Totalitas
Seringkali orang jahat lebih totalitas ketimbang orang baik. Ketika si jahat menjalankan niat jahatnya ia bisa menggunakan segala cara agar kejahatannya berhasil, untuk mencapai tujuanya. Seluruh energinya ia curahkan untuk mencapai tujuannya itu, untuk menghancurkan orang yang ia benci misalnya atau menyingkirkan orang yang menghalangi mencapai tujuannya. Sangat totalitas. Ini kenapa seringkali ia berhasil.
Sementara banyak orang baik melakukannya ala kadarnya, setengah-setengah saja. Bahkan untuk kebaikannya sendiri orang tidak melakukannya sepenuh hati. Untuk kesehatannya sendiri tidak bersungguh-sungguh, untuk kebahagiaanya sendiri tidak totalitas. Lengah dan malas.
Boleh percaya boleh tidak.. Kadang orang yang nyantet, yang mempraktekkan ilmu hitam, pakai guna-guna, dan sejenisnya sangat niat. Kalau tidak benar-benar niat ngapain juga mereka pakai jalan ini yang akhirnya membuat mereka terlahir di neraka dan kelahiran rendah lainnya. Bisa saja tiap malam ia merapal ajiannya dan melakukan ritual untuk menghancurkan targetnya. Menunggu si targetnya lemah. Sangat mungkin.
Oleh karenanya dengan tekad yang lebih kuat dengan bhakti yang luar biasa berlatihlah. Siang dan malam sesering mungkin di dalam pikiran ingatlah Guru, ingatlah para Buddha, ingatlah Dharma, yang praktek istadewata ingatlah istadewatanya, sesering mungkin bayangkanlah mereka di atas kepala.
Om… Sarva Buddha Namo Namaha
Dari status facebook @gedeagustapa 27 januari 2021