GERBANG MATA
Dengan mata kita berinteraksi dengan dunia luar. Memang bukan cuma mata gerbangnya kita berinterasi dengan dunia luar, tapi yang dominan adalah mata.
Dunia luar ini adalah samsara. Ke luar ke dunia artinya kesadaran atau perhatian menangkap objeknya yang di luar.
Yang di luar ini ada dua. Yang dilihat dengan mata terbuka, ketika kelopak mata terbuka adalah yang paling luar. Ini lah dunia materi.
Yang di luar agak di dalam adalah yang dilihat ketika mata tertutup. Ini adalah dunia mental, dunia imajinasi, dunia visualisasi. Jika berkaitan dengan metode tantra di keadaan ini diaplikasikan inner tantra atau tantra dalam.
Yang di dalam adalah sumber keberadaan kita. Kembali ke asal artinya kembali ke sumber yang di dalam itu. Tempat itu susah sekali menjelaskannya. Kembali ke dunia artinya kembali ke dunia objek mata atau objek dari indera penglihatan; entah yang materi mau pun yang mental itu.
Masuk ke dalam adalah dari dunia materi ke dunia mental kemudian ke asal, ke sang sumber. Seseorang yang piawai dapat melompat masuk dari dunia materi ke sang sumber.
Masuk ke dalam adalah langkah awal untuk menyadari bahwa tidak ada yang di luar dan tidak ada yang di dalam.
Mata dan indera-indera lainnya adalah gerbang menuju dunia samsara, juga gerbang menuju Nirvana. Seseorang yang telah menggunakan gerbang itu tidak hanya untuk ke luar ke dunia saja tetapi juga untuk masuk ke nirvana maka ia juga akan mengetahui bahwa gerbang itu bagaikan pintu di tengah lapangan. Pintu di tengah lapangan artinya tidak ada yang di dalam dan juga tidak ada yang di luar. Maka gerbang itu disebut Gerbang tanpa gerbang (gateless gate). Di keadaan ini kesatuan kekosongan dan wujud, tak terpisahkannya samsara dan nirvana sebagaimana tak terpisahkannya ruang dengan segala sesuatu.
Yang ditulis di sini adalah hal teknis. Sama sekali bukan filosofis. Berbahagialah yang menangkap maksudnya dengan jelas.
Dari status facebook @gedeagustapa 13 Mei 2022