Dari Kekecewaan Menuju Samadhi
Hal-hal luar, kesenangan-kesenangan dari hal luar, kenikmatan dan kebahagiaan dari hal-hal luar, pada akhirnya haruslah mengecewakan dan membosankan bahkan menyakitkan dan membawa penderitaan. Jika tidak begitu, maka kita tidak akan pernah mencari sumber kebahagiaan dari dalam diri, dari samadhi. Jika tidak begitu maka tentu saja hal luar itu akan memuaskan dahaga kita tanpa perlu mengalami samadhi.
Oleh karenanya hal-hal luar memang didesain untuk mengecewakan pada akhirnya. Memang begitu.
Di dalam, di samadhi, ada mata air kebahagiaan yang tidak mengecewakan, yang tidak dibarengi oleh penderitaan, tidak diikuti oleh kekecewaan. Di sana lah akhir dari penderitaan yang ditunjukkan oleh para Buddha dan Bodhisattva, oleh para yogi dan yogini, oleh para Guru yang telah merealisasi.
Seseorang yang mulai menikmati kebahagiaan dari samadhi, dari bathin yang lebih halus, maka kemelekatannya pada sumber kebahagiaan yang kasar mulai berkurang. Seperti jika kita terbiasa menggunakan pakaian dari bahan yang halus dan nyaman maka kita tidak akan memilih pakaian dengan kualitas bahan yg kasar dan tidak nyaman.
Terbiasa menikmati kebahagiaan dari samadhi maka sang yogi dan yogini tidak rakus pada hal-hal luar. Mereka berkecukupan, terpuaskan, dahaganya sirna.
Dari status facebook @gedeagustapa 1 september 2020