Uang & Ketulusan
Yang saya ingat ketika saya ikut retreat meditasi di Brahma Vihara di Buleleng tahun 2015 ada seorang peserta bertanya begini: ” Guru, bolehkah kita mengajar meditasi berbayar.” Guruji kurang lebih menjawab begini: “Boleh saja. Tapi ada satu bagian yang hilang yaitu KETULUSAN”
Dan ketulusan adalah kekuatan yang paling menyembuhkan, kekuatan yang paling mentransformasi.
Hal-hal yang berbayar memiliki kecenderungan untuk menjadi industri. Karakteristik dari industri adalah transaksi yang terus menerus, pembelian yang lagi dan lagi, ada pelanggan. Itu kenapa di seluruh sistem pengobatan kuno seorang tabib, dukun, balian, dilarang menetapkan harga. Karena harga akan menciptakan industri, menciptakan pelanggan. Orang dibuat terus menerus sakit, sehat sebentar, lalu sakit. Pasien dilihat sebagai pelanggan, pembeli yang berulang. Dan penyakit menjadi ladang bisnis yang harus dipelihara. Dari sisi si Tabib Akan timbul keinginan untuk mendapatkan lebih banyak lagi, keserakahan, dan mengabaikan semangat pelayanan.
Uang, siapa sih yang tidak perlu uang di zaman sekarang. Ibaratnya uang adalah nyawa. Walau pun begitu janganlah sampai ketulusan disingkirkan oleh uang.
Dari status facebook @gedeagustapa 22 Oktober 2020