Ombak yang Membuka Mata
Seseorang yang benar-benar mengenali Sang Hidup di dalam dirinya, sungguh-sungguh mengenalinya, dan dengan kokoh dan stabil berdiam pada keadaan mengenali itu, tidak lupa, tidak abai, tidak teralihkan, maka ia juga mengenali Sang Hidup yang ada pada semua makhluk, yang melingkupi segala sesuatu, yang meresapi segala sesuatu.
Dari keadaan mengenali itu muncul kasih sayang yang apa adanya, kasih sayang dan hanya kasih sayang.
Tidak ada ombak yang terpisah dari samudera, tidak ada ombak yang terpisah dari ombak lainnya. Semuanya adalah tarian fenomana tak terbatas dari satu samudera yang sama. Sang Samudera mengasihi dirinya sendiri, Ia penuh kasih sayang, Maha Pengasih Maha Penyayang. Apa pun tindakankannya adalah dari kasih sayang. Dan Ia ingin dengan cepat memberi tahu ombak-ombak yang masih belum melihat bahwa kesejatian ombak adalah bukan ombak, melainkan Samudera.
Karena ilusi, karena tidak melihat dengan jelas, kita melihat ombak sebagai yang nyata dan mengabaikan samudera.
Latihannya hanya membuka mata dan melihat dengan jelas pada fenomena. Jangan lengah, jangan abai, jangan terhanyut, lihat saja, dan terus lihat, lihat dengan santai, stabil, apa adanya. Suatu hari si ombak tidak lagi melihat dirinya sebagai ombak, identitas si ombak lenyap, ia adalah samudera yang tak berhingga luasnya sekaligus ia adalah fenomena dari samudera.
Dari status facebook @gedeagustapa 28 september 2020