Tanda Alam
Di tradisi Tantra ada kepercayaan bahwa ada tanda-tanda alam ketika seseorang mencapai level kesucian tertentu. Saya rasa memang ada tanda-tandanya.
Jika dengan kekuatan pikiran duniawi untuk kepentingan duniawi saja seseorang dapat menjadi pawang hujan membuat hujan atau nerang (mengusir hujan, membuat terang), nggak kebayang seseorang yang mencapai level-level kesucian dari Bodhisattva-bhumi atau mencapai keBuddhaan. Bathin yang tujuannya bukan lagi tujuan-tujuan duniawi, samadhi yang murni. Pasti lah ada tandanya di alam.
Dikatakan ketika Siddharta Gautama mencapai keBuddhaan ada muncul tanda-tanda di alam.
Tubuh kita adalah semesta kecil (bhuwana alit) yang tak terpisahkan dengan semesta yang maha besar ini (bhuwana agung). Bahkan pembagian menjadi bhuawana agung dan bhuawana alit pun tidak ada secara hakikat, hanya sekedar pembagian demi kepentingan pembelajaran. Keberadaan tubuh materi kita tidak terpisahkan dari keberadaan bintang, planet dan galaksi di seluruh semesta. Semesta ini satu, satu kesatuan, satu nada, satu irama, satu ayat, uni verse.
Semoga lebih banyak praktisi mencapai level-level kesucian. Semoga berbahagia.
Dari status facebook @gedeagustapa 27 september 2020