Pohon Bukan Rumah Setan

Tradisi nusantara mana pun, dari ujung barat sampai ujung timur, dari ujung selatan sampai utara, menghormati pohon. Di kepercayaan lokal Kalimantan pohon bahkan disebut ibu. Disebut ibu karena tempat berlindung banyak makluk dari bakteri, jamur, burung, monyet, dan juga makluk yang tidak terlihat oleh mata biasa; hantu, yaksa dan juga dewa. Manusia juga sangat membutuhkan pohon. Planet ini membutuhkan pohon. Semakin besar semakin bagus.

Penelitian terbaru oleh prof. Suzanne Simard (silahkan cari di google dan youtube) dalam ilmu tumbuhan ditemukan bahwa selain berkomunikasi sesama pohon melalui akar, juga ada semacam hirarki dalam masyarakat pepohonan. Jadi ada pohon induk (mother tree) yang sebenarnya tidak boleh ditebang jika keberlangsungan ekosistem tetap mau dijaga. Mother tree ini lebih besar dari yg lainnya, perakarannya lebih dalam dan luas.

Pohon tau dia akan ditebang atau jika ada binatang yang akan memakan daunnya. Kemudian mereka berkomunikasi sesama mereka melalui akar dengan mengirimkan senyawa kimia tertentu memperingatkan pohon lainnya.

Kita orang tropis, dengan hutan tropis yang lebat dan basah, dengan pohon-pohon yang besar, tidak seharusnya kita takut pada pohon. Semestinya kita dapat hidup berdampingan dengan damai dengan pohon dan makluk yang menggunakan pohon sebagai rumah dan tempat berlindung.

Dari status facebook @gedeagustapa 6 Oktober 2021

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 171

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *