Penekanan untuk Menghindari Konflik

Pertikaian yang terjadi antar agama, antar aliran, antar kelompok belajar spiritual, adalah karena mereka menekankan pada siapa yang disembah, apa yang disembah, bagaimana cara menyembahnya, ketimbang menekankan pada pemurnian pikiran, ucapan dan tindakan.

Jika setiap agama, setiap aliran, setiap kelompok spiritual penekanan utamanya adalah pada pemurnian pikiran, ucapan dan tindakan maka tidak akan terjadi konflik dan pertikaian.

Untuk terjadi konflik dan pertikaian dibutuhkan pikiran yang tidak murni, ucapan yang tidak murni, dan tindakan yang tidak berasal dari kemurnian pikiran dan ucapan.

Pikiran yang murni adalah yang di dalamnya tidak hadir kebencian, keserakahan, iri, dengki, angkuh, malas dan tidak jernih dan sejenisnya.

Ucapan, kata-kata dan tindakan yang murni bersumber dari pikiran yang murni bukan dari pikiran yang tidak murni.

Tujuan dari ajaran semua Buddha, semua Arahat dan semua Boddhisattva adalah dengan sempurna memurnikan pikiran, ucapan dan tindakan.

Arti dari Tri Kaya Parisudha adalah murni sempurna di pikiran, ucapan dan tindakan. Tri artinya tiga, Kaya artinya tubuh, Pari artinya tertinggi atau sempurna, dan Sudha artinya murni. Tiga tubuh yang dimaksud adalah tubuh pikiran, tubuh ucapan, dan tubuh tindakan.

Dari ketiga tubuh itu yang utama adalah tubuh pikiran. Sebab ucapan dan tindakan adalah bersumber dari pikiran. Ucapan adalah pengejawantahan dari pikiran, begitu juga tindakan adalah ekspresi dari pikiran.

Semua metode yang diajarkan oleh semua Buddha, oleh semua Arahat, oleh semua Boddhisattva adalah metode memurnikan pikiran sampai ke level tertingginya, hingga ke makna tertinggi dari kemurnian itu. Ia yang sampai pada keadaan itu disebut Buddha.

Dari status facebook @gedeagustapa 28 mei 2021

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 171

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *