Jika Doktrinnya
Seandainya kita membuat doktrin yang kuat tentang; “jangan membuang sampah sembarangan” atau “pisahkan sampah plastik dari sampah organik” atau “jaga kebersihan sumber air, sungai, danau, telaga dan laut dari sampah plastik dan non organik lainnya” sama kuatnya dengan doktrin-doktrin agama tentang; “agamaku yg terbaik agama lain salah, membunuh yang tidak seagama adalah halal, bom bunuh diri hadiahnya bidadari di surga” dan hal-hal religius lainnya.. tentu kita akan punya tempat hidup yg lebih indah, harmonis, nyaman dan menyenangkan..
Sayangnya, di negeri kita ini semacam ada kecenderungan kita boleh melakukan pelanggaran-pelanggaran ketertiban sosial jika itu demi agama, atau selagi menggunakan atribut agama.. Dan ini terjadi di semua agama. Sebagai contoh di Bali; seolah boleh membuang sampah gelas dan botol plastik air mineral di jalanan ketika pawai ogoh-ogoh dalam rangka hari raya Nyepi. Tentu di agama lain juga ada yang semacam ini.
Hal-hal bodoh seperti itu harus segera diakhiri demi keharmonisan dan kenyamanan hidup kita bersama, demi hidup manusia dan binatang dan ikan, serangga, antropoda, arachnida dan pepohonan. Sebab semua itu adalah juga kita, sebab hidup ini adalah saling bergantung satu sama lain, satu kesatuan. Yang satu terganggu akan membawa pada terganggunya yang lainnya juga.
Dari status facebook @gedeagustapa 25 april 2021