Berpikir Jangka Panjang
Tidaklah halu jika berpikir jangka panjang dalam kehidupan spiritual, khususnya ajaran Buddha. Sangat penting, sangat perlu, dan sangat mendasar bagi umat Buddha untuk merenungkan karma dan berbagai jenis kelahiran di berbagai alam karena memanen buah karma.
Sang Buddha memaparkan kelahiran di berbagai alam mulai dari alam neraka hingga alam-alam para Brahma adalah agar para murid berhati-hati dalam berpikir, berkata dan bertindak. Benar-benar berpikir jangka panjang, sangat panjang. Benih pikiran yang tidak baik (akusala citta) yang diwarnai oleh 5 racun akan membawa pada kelahiran-kelahiran rendah yang sulit mencapai pembebasan. Benih pikiran yang baik (kusala citta) akan membawa pada kelahiran-kelahiran yang bagus yang memungkinkan untuk lebih mudah mencapai pembebasan. Oleh karenanya, jangan lengah dan teledor dan seenaknya saja, tidak waspada dalam berpikir, berucap dan bertindak.
Selama buah karma buruk belum berbuah, si pelaku kejahatan mengira dia akan selamat. Sampai karma buruknya berbuah dan ia didera oleh kesialan dan berbagai penderitaan lalu ia berkata; “ooh karma buruk apa yg telah kuperbuat?”
Sang Buddha mengajarkan Dharma karena melihat betapa penderitaan itu menyiksa makluk-makluk. Karena welas asihnya beliau mengajarkan Dharma kepada berbagai kelas makluk. Buddha tidak menyimpan pencerahannya hanya untuk dirinya sendiri. Bahkan Buddha meminta para murid untuk menyebarkan Dharma seluas-luasnnya agar lebih banyak makluk yang terselamatkan dari kejatuhan di alam-alam penderitaan. Dengan seperti itu lah makanya beliau disebut Anutara Samyaksambuddha.
Di semua tradisi ajaran Buddha; Theravada, Mahayana, Vajrayana, gerbang ajarannya adalah penderitaan. Penderitaan di enam alam samsara karena karma buruk. Ajaran Buddha tidak perduli apakah ada Tuhan atau tidak. Tidak penting itu. Penderitaan adalah gerbang ajarannya lalu Buddha mengatakan bahwa penderitaan ini ada sebab-sebabnya, penderitaan dan sebab-sebabnya ini bisa diakhiri, dan ada cara untuk mengakhirinya.
Ajaran Buddha tidak hanya sekedar meditasi mau tenang dan damai. Tapi pembebasan. Ini yang paling penting di ajaran Buddha; pembebasan dari kelahiran kembali di enam alam samsara. Jangan anggap enteng ini. Karena kalau sudah tergelincir ke alam bawah maka susah naiknya. Buddha membandingkan makluk yang naik ke alam atas dengan sejumlah pasir yang ada di ujung kukunya,. sementara yang tergelincir ke alam bawah adalah seperti butiran pasir di sepanjang sungai gangga.
Memasuki ajaran Buddha Tantrayana atau disebut juga Vajrayana, setiap murid harus dan wajib merenungkan penderitaan di enam alam, ketidak kekalan, dan kelahiran kembali di enam alam itu. Tidak bisa tidak. Tidak ada ajaran Buddha tanpa perenungan ini. Jadi, tidak lah halu jika merenungkan penderitaan dan kelahiran kembali di enam alam. Harus dan wajib.
Oleh karenanya hati-hati dalam bertindak. Berpikirlah jangka panjang, jangka yang sangat panjang. Jangan sampai tergelincir ke alam bawah.
Jika tertarik dengan ajaran sang Buddha, bersungguh-sungguhlah. Ambilah perlindungan pada Buddha, Dharma dan Sangha.
Dari status facebook @gedeagustapa 12 Juli 2022