Bahasa Hukuman & Bahasa Kasih Sayang

Tidak semua orang bisa mengerti bahasa-bahasa kasih sayang. Akan ada saja orang yang sudah menerima banyak kebaikan tapi melakukan kejahatan pada yang memberi kebaikan itu. Apalagi kalau ada ajaran yang “menerima kebaikan dari kelompok lain yang tidak sepemahaman tapi masih boleh menjahatinya karena ajaran mengajarkan demikian.”

Kepada mereka yang tidak mengerti bahasa kasih sayang maka gunakanlah bahasa-bahasa moral dan bahasa hukuman.

Sebenarnya bahasa hukuman adalah bahasa yang paling rendah jika kita berbicara dari sudut pandang kesadaran. Karena di dalam bahasa hukuman ada ancaman di sana.

Bahkan binatang mengerti bahasa kasih sayang. Jika kita menyelamatkan seekor anjing yang kelaparan atau anjing yang sakit dan terluka, maka anjing itu akan menjaga kita melebihi ia menjaga nyawanya sendiri. Dengan manusia belum tentu bisa begitu.

Mungkin hanya manusia yang bisa jatuh sedemikian rendahnya sampai-sampai bahasa ancaman yang digunakan.

Manusia adalah makluk yang bisa melompat tinggi dan menjadi Buddha. Tetapi juga bisa jatuh lebih rendah dari binatang.

Ada cerita tentang Lord Bajrapani (Vajrapani) menunjukkan wajah murkanya dan menggunakan bahasa ancaman. Semua itu demi kebaikan bersama.

Dari status facebook @gedeagustapa  30 agustus 2021

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 171

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *