Surga Di Sini
Jika bathin saya rakus, tamak, tergesa-gesa dan menjadi gelisah, saya tidak dapat menikmati keindahan bunga anggrek dan hijaunya daun-daun ini. Walau pun bunga itu mekar di hadapan saya.
Jika saya diselimuti ketakutan dan khawatiran saya tidak dapat menikmati keindahan bunga yang mekar ini.
Jika saya sedang marah, jika kebencian muncul, jika ada kesedihan dari luka-luka masa lalu, maka saya juga tidak dapat menikmati keindahan bunga anggrek ungu yang sedang mekar ini.
Jika saya meringis menahan sakit fisik yang berat, bathin saya dipenuhi dengan komplain, dengan keluhan, saya juga tidak dapat menikmati keindahan dan suka cita bunga-bunga ini.
Tapi jika bathin saya tenang, damai, ahaaaaaa……!!! betapa indahnya bunga anggrek yang mekar ini. Betapa indahnya daun-daun hijau ini.. aaahh… betapa indahnya sinar mentari pagi yang menerobos daun-daun ini. Saya seperti merasakan tiap helai bunga itu sedang berbagi suka cita. Semuanya seperti sedang berbahagia, mekar dan indah. Woooww..
Sering kita melewatkan keindahan karena kita diselimuti oleh kekotoran bathin. Seindah apa pun, semewah apa pun, tapi jika bathin kita kotor kita akan melewatkan keindahannya.
Bathin yang tenang dan damai dapat menikmati dunia dengan lebih baik. Surga hadir di bumi, di sini. Tidak perlu menunggu setelah mati. Surga ada di bathin yang tenang dan damai yang penuh rasa Syukur.
Dari status facebook @gedeagustapa 25 juli 2021