Yang Lebih Sakti

Misalnya; ada seorang yang kebal dan pandai berkelahi. Ia melakukan perjalanan dari desa A ke desa B. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang ingin mengganggunya atau merampoknya. Karena ia kebal dan pandai berkelahi maka ia pun melawan orang yang menghadangnya itu. Dengan gagah berani ia bertarung. Karena ia pandai berkelahi dan kebal akhirnya ia menang. Akhirnya ia sampai di desa B setelah melewati rintangan dan perkelahian itu.

Ada seorang yang tidak kebal juga tidak pandai berkelahi. Ia melakukan perjalanan dari desa A ke desa B. Di perjalanan ia tidak menjumpai orang yang menghadangnya. Perjalanannya mulus saja. Dan ia sampai di desa B dengan selamat.

Yang mana yang lebih sakti? Menurut pandangan kita orang awam maka si pendekar itu lah yang lebih hebat, lebih sakti. Tapi siapa kah yang lebih efisien? Orang yang ke dua lah yang lebih efisien. Dia tidak perlu mengeluarkan tenaganya untuk berkelahi. Dia juga tidak membuang waktunya untuk berkelahi. Tidak ada halangan dan hambatan dalam perjalanannya.

Orang yang kedua telah menang di level energi. Ia tidak perlu berkelahi di level fisik seperti si pendekar. Antara orang yang pertama dan yang kedua bergerak di frekuensi yang berbeda. Jika dua siaran radio berada di gelombang yang berbeda maka tidak terjadi konflik.

Tidak bermaksud mengatakan ilmu bela diri itu tidak perlu atau kesiap kesiagaan itu tidak perlu. Tapi yang ditekankan adalah sesuatu yang melampaui konflik (transcending the conflict).

Ada kutipan percakapan yang menarik dari film sains fiksi yang judulnya Transendence antara Dr. Will Caster dengan istrinya Evelyn ketika orang-orang dan pemerintah akan menghancurkan teknolooginya. Evelyn khawatir “apa yang harus kita lakukan,. Will? Kita tidak mampu melawan mereka?” Jawaban Dr. Will Caster bagus sekali; ” We’re not gonna fight them. We’re gonna transcend them.” (Kita tidak akan melawan mereka. Kita akan melampaui mereka.)

Cara berpikir Dr. Will Caster sepertinya dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Ada banyak konflik, ada banyak pertentangan, ada banyak persaingan yang dihadapi di masyarakat, di dalam bisnis, di dalam organisasi. Tidak berkelahi, tidak melawan, tapi melampaui. Tentu saja untuk melampaui sesuatu masalah kita harus memiliki paradigma yang benar-benar berbeda, yang benar-benar baru. Untuk memiliki paradigma yang berbeda tentu perlu pembelajaran yang lebih dalam dan juga pikiran yang terbuka, pikiran seorang pemula yang rendah hati yang siap menerima berbagai hal baru dan terus belajar.

Dari status facebook @gedeagustapa 17 juli 2021

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 171

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *