Pemangku & Sulinggih Objek Bhakti
Ada teman saya yang jadi Pemangku, ada juga yang jadi Sulinggih. Ada yang baru mau jadi Mangku ada juga yang baru rencana jadi Sulinggih. Karena teman maka ngomongnya pun ya sering blak-blakan saja. Saya sering katakan pada sahabat saya itu kalau menjadi pemangku dan sulinggih adalah menjadi objek bhakti lhoo, menjadi objek penghormatan, menjadi yang dituakan, yang layak menerima bhakti dan penghormatan, makanya disebut nak lingsir (orang tua). Menerima dana punia (donasi) dari umat, menerima persembahan sesari. Kalau tidak murni jadi jro Mangku dan Sulinggih maka itu berbahaya buat kedua belah pihak; bagi Sulinggihnya dan umatnya. Umat mempersembahkan uang dan makanan. Kalau Pemangku dan Sulinggihnya yang menerima itu tidak murni, tapi melakukan kejahatan, tidak tulus, serakah, maka umat ibaratnya bukan menyokong orang baik, tapi mendukung si pembuat kejahatan. Ini karma buruk. Karma buruk membawa pada kesialan.
Tapi kalau pemangkunya tulus, sulinggihnya tulus dan murni maka ini sangat baik bagi kedua belah pihak. Umat berdana punia mempersembahkan uang dan makanan dan sebagainya, maka semua tindakan itu menjadi tindakan yang mendukung si pembuat kebajikan, umat menyokong hal-hal baik. Ini menjadi lingkaran kebaikan, lingkaran kasih sayang, lingkaran keberuntungan.
Begitu juga kita sebagai umat, kita akan mendukung mereka yang tulus, yang penuh kasih sayang, karena itu artinya menyokong hal-hal baik. Dengan menyokong dan mendukung si pembuat kebaikan yang tulus maka itu membawa umat jauh dari kesialan dan bahaya.
Bukan hanya sekali atau dua kali saya mengatakan begitu kepada teman saya yang berencana jadi Sulinggih. Sering. Menjadi sulinggih dan mangku itu berbeda dari sekedar menjadi praktisi non-sulinggih non-pemangku. Pemangku dan sulinggih ibaratnya menjadi mesin kebaikan di masyarakat. Ketika menerima persembahan itu adalah memberi kesempatan umat untuk melakukan kebajikan dengan mendukung si pembuat kebajikan. Jangan sampai menerima persembahan membuat jadi serakah. Itu yang saya katakan pada sahabat saya yang sering bareng-bareng sama saya meditasi. Semoga bermanfaat buat mereka.
Dari status facebook @gedeagustapa 7 maret 2021