Di Balik Mata Mereka

Sebenarnya jika diperhatikan semua binatang ingin bersahabat dengan manusia. Tapi manusianya yang menganggap mereka mangsa atau ancaman atau sekedar ternak sekedar objek untuk ditukarkan dengan uang. Jika saja kita sedikit lebih hening, lebih sadar, lebih perhatian, sedikit lebih mendalam kita akan merasakan keterhubungan dengan Sang Hidup dalam wujudnya yang berbeda itu.

Perhatikan mata mereka. Di balik mata mereka ada Sang Saksi, ada Sang Sadar yang Hidup di sana. Kita juga dapat memeditasikan ini. Menatap dengan tenang dengan santai ke mata mereka merasakan keterhubungan, kesatuan, dengan Sang Hidup itu. Akan ada kasih sayang yang muncul.

Ada cerita tentang seorang gembala yang miskin datang ke seorang pertapa meminta diajari meditasi, diajari Dharma. Ia sangat miskin. Hartanya hanya lah seekor sapi itu. Si gembala miskin ini menyampaikan segala keterbatasannya dan meminta petunjuk agar ia bisa berlatih meditasi, belajar dharma di sela kesibukannya menggembalakan sapi. Guru itu memberi petunjuk “rawat sapimu dengan penuh kasih sayang.”

Selang beberapa bulan si Gembala kembali menemui pertapa itu sambil menangis terharu, bersujud dan berterimakasih. Ia telah mengenali sang Hidup pada sapi itu dan yang ada pada dirinya adalah satu dan sama, tak terpisahkan. Hanya tampak saja sebagai berbeda. Di kedalamannya satu dan sama.

Mengenali, terus menerus berada di keadaan Mengenali Sang Hidup itu (Continues Recognition) adalah meditasi yang sesungguhnya.

Dari status facebook @gedeagustapa 2 maret 2021

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 171

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *