Buah dari Latihan Tidak Tergantikan
Situasi dan kondisi yang mendukung latihan spiritual merupakan sesuatu yang sangat berharga. Ia tidak mudah diperoleh, dan ketika akhirnya hadir, ia pun tidak akan bertahan selamanya. Oleh karena itu, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan ketika keadaan sedang mendukung untuk berlatih. Segala sesuatu yang mendukung praktik Dharma juga berada di bawah hukum ketidakkekalan. Ia muncul karena sebab dan kondisi, dan suatu saat akan berubah serta berlalu.
Memiliki tubuh yang cukup sehat, kecerdasan yang memadai untuk memahami ajaran, bertemu dengan guru yang autentik, mengenal Dharma, hidup di lingkungan yang mendukung, tidak terbebani oleh kesibukan yang berlebihan, serta masih memiliki waktu dan tenaga untuk bermeditasi dan merenung merupakan anugerah yang sangat langka. Tidak semua orang memiliki kesempatan seperti itu. Ada yang memiliki niat yang tulus untuk berlatih, tetapi kesehatannya tidak memungkinkan. Ada yang sehat, tetapi tidak pernah bertemu ajaran yang benar. Ada yang bertemu ajaran, tetapi tidak menemukan guru yang mampu membimbingnya. Ada pula yang bertemu guru dan ajaran, namun seluruh hidupnya tersita oleh pekerjaan, tanggung jawab, atau berbagai persoalan sehingga hampir tidak memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya.
Sebaliknya, ada pula mereka yang telah memiliki hampir semua kondisi yang mendukung, tetapi justru terus menunda latihan. Mereka berpikir bahwa masih ada banyak waktu. Mereka menunggu hingga pekerjaan selesai, anak-anak dewasa, usaha mapan, atau masa pensiun tiba. Namun kenyataannya, urusan dunia hampir tidak pernah benar-benar selesai. Selalu ada pekerjaan baru, tanggung jawab baru, dan keinginan-keinginan baru yang terus bermunculan. Tanpa disadari, waktu pun berlalu begitu saja.
Sementara itu, segala sesuatu terus berubah. Tubuh yang hari ini sehat suatu saat akan menua. Pikiran yang hari ini masih tajam perlahan akan melemah. Guru yang hari ini masih membimbing suatu saat akan tiada. Sahabat-sahabat seperjalanan akan berpencar. Bahkan semangat untuk berlatih pun dapat memudar apabila tidak terus dipelihara. Karena itu, ketika sebab dan kondisi yang baik masih lengkap, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya. Jangan menunggu hingga semuanya berlalu, baru menyadari betapa berharganya kesempatan yang pernah dimiliki.
Pada akhirnya, jalan spiritual tidak diukur dari banyaknya buku yang telah dibaca, panjangnya diskusi tentang Dharma, atau indahnya kata-kata yang mampu kita ucapkan. Kata-kata yang indah mudah dipelajari. Kalimat-kalimat yang terdengar bijaksana mudah dihafalkan. Siapa pun dapat mengutip kitab suci atau mengulang ajaran para guru besar sehingga tampak arif di hadapan orang lain.
Namun, buah dari latihan tidak dapat dipalsukan. Ketenangan batin tidak dapat dipinjam dari orang lain. Kejernihan batin tidak dapat diwariskan. Belas kasih yang sejati tidak dapat dipentaskan. Kebijaksanaan tidak lahir dari banyaknya pengetahuan, melainkan dari batin yang telah ditempa melalui praktik yang terus-menerus. Pembebasan pun tidak dapat diwakilkan; setiap orang harus menempuh jalannya sendiri.
Karena itulah, buah dari latihan tidak tergantikan. Tidak ada kepandaian berbicara yang dapat menggantikannya. Tidak ada pengetahuan yang dapat membelinya. Tidak ada pencitraan yang mampu menirunya. Hanya latihan yang dilakukan dengan tekun, tulus, dan berkesinambungan yang mampu melahirkan transformasi batin yang sejati. Itulah buah yang sesungguhnya dari perjalanan spiritual.
Dielaborasikan dari status facebook @gedeagustapa 27 agustus 2020