The Buddha Way
Jika kita datang pada guru-guru dari ajaran Buddha dengan konsep dan filosofi yang terlihat rumit dan wah tentang tuhan, tentang penciptaan dunia, tentang kehancuran dunia, tentang ruh dan jiwa, dan lain-lain biasanya kita akan kecewa. Karena guru atau bhiksu akan selalu mengarahkan kita pada hal dasar; ketidak kekalan & penderitaan karena ketidak kekalan.
Kenapa seperti itu? Karena mereka tau bahwa semua konsep yang rumit dan terkesan wah itu bukanlah realisasi dan tidak lah membantu realisasi. Tidak membantu kita menghadapi masa sulit di kehidupan dan saat-saat gawat di momen kematian. Dan para guru itu lebih memperhatikan kualitas bathin kita ketimbang konsep itu. Di sini lah kita kecewa. Ego kita seperti runtuh, konsep yang rumit kesannya seperti cuma dipandang sebelah mata. Kita mungkin melihat mereka terkesan arogan, tapi justru kebalikannya itu semua murni karena welas asihnya. Mereka menginginkan kita memiliki kualitas bathin yang baik. Kualitas bathin yang siap menghadapi segala guncangan di dalam hidup dan kekacauan serta ketakutan di momen kematian. Sikap mereka adalah seperti seorang ibu yang mempersiapkan putra-putrinya menghadapi tantangan kehidupan. Dan karenanya mereka akan mengarahkan kita untuk duduk bermeditasi, berlatih dan berlatih.
Seperti itu lah yang sejauh ini saya tahu. Memang begitu yang diajarkan oleh sang Buddha. Beliau menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis dan spekulatif.
Dari status facebook @gedeagustapa 1 Mei 2020