Teliti Sebelum Membeli
Ketika Buddha Gautama hidup, beliau kemana-mana berdakwah membabarkan Dharma, menunjukkan jalan mengakhiri penderitaan sehingga memperoleh kebahagiaan. Beliau didebat, dikritik, dimusuhi, dimaki, bahkan mau dibunuh. Ada banyak konspirasi dari beberapa kaum bramahna dan pemimpin spiritual kelompok lain yang berusaha membunuh Buddha karena pengikut mereka beralih menjadi murid sang Buddha.
Buddha tidak pernah membalas dengan kemarahan, tidak pernah mengancam, tidak pernah mengutuk, memaki, apalagi membalas dengan menggunakan pasukan untuk membunuh. Tidak pernah. Tapi Buddha juga tidak pernah menyerah untuk menunjukkan jalan pembebasan dari penderitaan.
Tidak pernah juga Buddha melarang orang mendebat dan mengkritik ajarannya. Ajaran yang bagus tidak takut didebat, tidak takut dikritik. Hanya kebohongan yang takut didebat dan takut dikritik, takut dipertanyakan. Buddha menyarankan untuk mempertanyakan ajarannya, untuk diinvestigasi, diteliti, seperti orang yang hendak membeli emas. Jangan percaya begitu saja. Jangan sampai tertipu.
Bukan berarti semua murid Buddha seperti beliau. Murid beliau ada juga yang membenci, berseteru sesama murid, cemburu dan iri hati dengan murid yang lainnya atau malah berusaha mencelakai beliau. Tapi Buddha Gautama selalu bisa mengatasinya dengan damai dan welas asih
Dari status facebook @GedeAgustapa 4 mei 2019