Perhatian Lampu Senter
Seperti seseorang di tempat gelap yang menggunakan lampu senter mengarahkan senternya ke tempat yang gelap itu. Dia tau dengan jelas objek apa yang diterangi oleh lampu senternya, ketika dia mengarahkannya ke tempat yang berbeda dia tau dengan jelas, ketika lampu senternya meredup dia tau lampu senternya meredup, ketika dia mengatur fokus lampu senternya itu sehingga terangnya menyempit, dia tau lampu senternya terangnya menyempit, ketika dia melebarkan fokus sinar lampu senternya dia tau dia melebarkan fokus sinar lampu senternya. Dia tau jangkauan sinar lampu senternya, dia tau kemana arah sinar lampu senternya, dia tau dari mana datangnya sinar lampu senter itu. Dia piawai menggunakan senternya.
Begitu juga ketika kita melatih perhatian kita. Kita tau perhatian kita fokus menyempit, melebar, melemah, menguat, bergerak ke arah objek tertentu, menangkap objeknya. Dan tentu harus tau dari mana datangnya perhatian itu, darimana sumbernya.
Ada banyak manfaat melatih ini. Baik manfaat di saat ini seperti tubuh yang sehat dan segar dan hati yang bahagia, mau pun manfaat tertingginya yaitu pembebasan.
Pertama-tama perhatian dilatih pada objek kasar, kemudian meningkat ke yang lebih halus. Dan ini dapat dilatih kapan pun, di mana pun.
Sering kita berbicara hal-hal yang terlalu tinggi, tapi lupa melatih kekuatan dan kestabilan perhatian kita. tentu itu tidak bagus.
Demikian analogi lampu senter ini, semoga bermanfaat.
Dari status facebook @gedeagustapa 8 Desember 2019