Perhatian Diam di Satu Objek, Jhana & Dhyana.

Ekagatta (bahasa Pali), atau ekagrata dalam bahasa sanskritnya adalah ketika perhatian diam di satu objek, terserap ke dalam satu objek, dengan kokoh. Eka artinya satu, gratha artinya menangkap, meraih, atau grab dalam bahasa inggris.

Ekagratha adalah komponen utama Jhana. Bahasa sanskrit dari Jhana adalah Dhyana. Dalam 8 tahapan yoga, kurikulum yoga yang disusun oleh Maharshi Patanjali (Patanjali Yoga Sutra) Dhyana ada pada tahap ke 7. Urutannya adalah: Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana, Samadhi.

Empat yang terakhir (Pratyahara, Dharana, Dhyana, Samadhi) adalah meditasi.

Pratyahara artinya mengendorkan genggaman kesadaran panca indera dari objek luar.

Dharana artinya ketika perhatian mulai mengarah pada objek.

Dhyana (Dalam bahasa Pali: Jhana) artinya ketika perhatian diam dengan kokoh pada objek.

Jika kita ikut berlatih meditasi Samatha atau bergabung dengan sahabat umat Buddha maka istilah Jhana ini akan sering kita dengar. Kadang ditanya; “sudah jhana berapa? apa sudah mencapai jhana?” Yang bukan berasal dari latar belakang agama Buddha pasti akan bingung. Sekarang banyak yang bukan umat Buddha berlatih meditasi dan bergabung dengan sahabat umat Buddha dalam berlatihnya.

Di ajaran Buddha, khususnya yang Theravada, Jhana dibagi menjadi 3: (1) Rupa Jhana (Perhatian yang mengambil objek materi). (2) Arupa Jhana (Perhatian yang mengambil objek non materi) dan (3) Lokutara Jhana (Kekuatan perhatian dari pencapai level kesucian Sotapana, Sakadagami, Anagami, dan Arahat).

Di semua Jhana itu, Ekagrata atau Ekagatta (Berdiam di satu objek) adalah hal yang pasti ada, selalu ada. Jadi dapat dikatakan bahwa ekagrata adalah syarat utama jhana, dan tentu samadhi.

Rupa Jhana yang dibagi menjadi 5 level misalnya, dari Jhana 1 yang paling kasar hingga Jhana 5, yang paling halus, Ekagrata selalu ada.

Jhana 1:Vitarka, Vicara, Piti, Suka, Ekagata

Jhana 2: Vicara, Piti, Suka, Ekagata

Jhana 3: Piti, Suka, Ekagata

Jhana 4: Suka, Ekagata

Jhana 5: Upeka, Ekagata.

Vitarka (perhatian menscan objek)

Vicara (Perhatian mulai berdiam di objek)

Piti/Priti (Rasa nikmat, joyfull, tergiur)

Suka (Nyaman, bahagia)

Upeka/Upeksa (tenang seimbang, netral)

ekagata/ekagrata (terserap diam pada satu objek)

Demikianlah pentingnya perhatian ini. Walaupun penjelasan di atas mungkin agak rumit, tapi tetap kembali pada latihan dasar yang utama: relaks dan stabilkan perhatian. Tanpa perhatian yang stabil tidak akan ada samadhi, tidak akan ada pembebasan, tidak ada moksha. Jadi, latihan dasarnya penstabilan perhatian, menguatkan perhatian, tapi tetap seimbangkan dengan relaksasi.

Dari status facebook @gedeagustapa 23 desember 2019

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *