Mengenali Mara

Meditasi walaupun sederhana bukanlah hal mudah. Kita akan berhadap-hadapan dengan luka-luka kita, sisi gelap kita, kerak-kerak penderitaan kita, rasa bersalah, kemarahan, benci, iri hati, dendam, birahi, keangkuhan, kesedihan, penyesalan, dan berbagai hal yg kita ingin sembunyikan dari masyarakat atau ingin kita hindari dengan berbagai cara.

Tidak ada yang dapat melarikan diri selamanya. Kita harus menyelesaikannya di kehidupan ini atau kita akan membayarnya nanti setelah kematian beserta bunganya.

Luka-luka itu, sisi gelap kita, penderitaan itu, yang kita sebut kekotoran bathin itu adalah yg digambarkan dengan Mara oleh sang Buddha. Muncul ke permukaan dan siap menggulung kita tatkala kita mulai memasuki keheningan. Banyak yg takut dan akhirnya berhenti berlatih meditasi.

Jangan menyerah. Jangan takut. Jangan berhenti berlatih. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

Pertama, menyadarinya. Menyadari kemunculannya, mengetahui dia ada. Mengakui bahwa kita memang terluka, ada penyebabnya dari masa lalu.

Kedua, mengambil jarak. Tidak bereaksi pada apa pun yg muncul, menerimanya. Mengizinkannya berlalu. Kadang bebera emosi bertahan hingga berhari-hari. Kesedihan atau kemarahan misalnya, bisa berlangsung hingga dua atau tiga hari. Ambil jarak. Agak sulit memang bagi yg kesadarannya masih lemah. Tapi tidak apa-apa, teruslah berlatih.

Ketiga, mengekspresikannya atau menguras energinya dengan metode yg benar. Hati-hati dengan hal ini, harus dibawah pengawasan orang yg paham dan berpengalaman. Jika tidak, luka itu akan menjadi semakin dalam.

Keempat, tetap berada di lingkungan praktisi yg tulus dan mendukung. Para praktisi ini juga pernah mengalami luka, dan atau juga dalam proses penyembuhan. Berbagi suka citalah dengan mereka, menari, penuh canda tawa, relakslah. Hindari terlalu dekat dengan mereka yg menyebabkan luka, yang mudah marah, yang berkata kasar, dan situasi yg tidak mendukung proses penyembuhan.

Semoga luka-luka kita dapat kita selesaikan di kehidupan ini, lunas di kehidupan ini.

Dari status facebook @gedeagustapa 27 mei 2019

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *