Menentukan Arah

Seperti karateka yang mematahkan batu bata atau kayu, begitu juga dengan kesaktian dan kesuksesan dunia, arah energinya sama yaitu terfokus dan mengarah keluar.

Seseorang dapat saja bermeditasi tapi tidak mencapai pembebasan, sebab arah energinya keluar dan terfokus menyempit. Dengan itu, ia bisa saja mencapai berbagai kesaktian. Seperti halnya Devadata sepupu sang Buddha.

Untuk dapat beristirahat di dalam, arah perhatian tidak fokus pada satu titik. Keadaan Perhatian adalah seperti ketika duduk santai di tepi pantai memandangi matahari terbenam. Atau seperti seseorang yang menatap tembok tidak terfokus pada satu titik tetapi memandang keseluruhan temboknya. Dengan keadaan perhatian yang seperti itu, arah perhatian dipantulkan ke dalam, ke sumbernya. Dan beristirahat di dalam, terserap ke dalamnya.

Proses ini sederhana. Walau pun sederhana tidaklah mudah. Banyak persiapan dibutuhkan. Terlebih lagi kita tidaklah terbiasa dengan hal yg sederhana. Kita menyukai yang rumit, karena tidak ada yang bisa dibanggakan dari hal yang sederhana. Ego selalu senang hal yg rumit, sebab di dalam hal yang rumit ego memperoleh penguatan. “Ooh saya sudah melakukan sesuatu yang hebat.” Begitulah kata si ego, sehingga hal yg sederhana tidak menarik baginya.

Dari Status facebook @gedeagustapa13 januari 2019

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *