Meditasi, Karma & Dharma
Setelah lebih dari satu tahun berbagi meditasi di penjara, akhirnya harus berbagi lebih dalam mengenai karma.
Berawal dari seorang sahabat warga binaan yang menangis karena tuntutannya tidak masuk akal, tuntutannya 12 tahun penjara sementara ia mengatakan bahwa ia tidak bersalah, dia komplain; “kenapa saya dibeginikan.?”
Di alam semesta ini tidak ada yang namanya keajaiban, tidak ada yang namanya kebetulan. Semua keberuntungan dan kesialan kita ada penyebabnya. Kadang faktor penyebabnya jauh di masa lalu atau di level yang sangat halus di dalam pikiran. Benih-benih kesialan dan keberuntungan berbuah ketika kondisinya untuk berbuah mendukung. Oleh karenanya mereka yang mulai memiliki realisasi dalam meditasinya sangat berhati-hati dengan tindakannya.
Sekarang meditasi adalah tren. Banyak meditasi yang bukan untuk pembebasan. Ada yang untuk kesehatan, ada yg untuk menenangkan emosi, ada yg untuk ini dan itu dan bahkan menjadi komoditas diperjual belikan. Biasanya jenis meditasi yg tren itu tidak akan berbicara mengenai karma. Padahal meditasi sejak awalnya diajarkan oleh para Buddha, oleh para guru yang tercerahkan, adalah satu paket dengan karma, kelahiran kembali, berbagai alam kehidupan, dan pembebasan.
Untuk mengurangi kesialan saya menyarankan untuk mengumpulkan banyak-banyak karma baik. Saya meminta keluarganya juga melakukan banyak karma baik dan mendedikasikan buah karma baik kepada warga binaan itu.
Umat Buddha punya kebiasaan yang baik yang patut ditiru oleh mereka yang percaya karma dan oleh yang dari tradisi Dharma lainnya. Jika mereka tidak memahami ajaran dari Gurunya, mereka akan berkata “karma baikku belum cukup untuk memahami ajaran yang disampaikan guru, saya perlu mengumpulkan lebih banyak perbuatan baik dan menyempurnakan parami saya.” Atau jika mereka mengalami kesialan mereka akan berkata “karma buruk saya sedang berbuah, dan kurang karma baik untuk mengimbanginya, perlu mengumpulkan lebih banyak karma baik.” Ini luar biasa sekali.
Oleh karena itu, demi kebaikan kita sendiri, demi pembebasan kita sendiri, demi kemampuan kita untuk memahami ajaran-ajaran Dharma yang lebih tinggi, demi kesempurnaan realisasi meditasi, kumpulkanlah sebanyak mungkin karma baik, dan sebisa mungkin hindari karma buruk.
Dari status facebook @gedeagustapa 23 pebruari 2020