Masa Transisi
Masa transisi adalah ketika seseorang telah melihat palsunya dunia di depan matanya, sudah melihat betapa kosongnya dunia, betapa menipunya segala sesuatu yang di luar, konsepnya tentang Tuhan dan surga neraka telah runtuh, tetapi ia belum menemukan kebahagiaan dari dalam. Sehingga hidupnya terlihat seperti mayat hidup. Hidup enggan mati tak mau. Ambisinya akan dunia sudah runtuh. Tetapi belum mengakses sumber energi kebahagiaan dari dalam. Sehingga hidupnya tidak bersemangat, tidak ada keserahakan, tapi juga tidak bahagia.
Seseorang bisa lama berada di masa transisi ini. Ini adalah zona yang agak berbahaya. Sebagian orang bahkan bunuh diri.
Orang yang berada di masa transisi ini tidak lah mesti seorang praktisi spiritual atau praktisi meditasi. Bisa jadi dia adalah sahabat kita, anak kita, saudara kita, orang dekat kita yang terlihat sama sekali tidak spiritual tapi memiliki ketajaman dalam melihat realita. Mungkin di kehidupan sebelumnya ia sudah cukup matang karena berbagai proses sehingga ia mampu menanyakan apa sebenarnya keberadaan segala sesuatu ini dan melihat betapa palsunya semua ini.
Di masa transisi ini diperlukan seorang Guru atau seorang sahabat yang sudah menemukan sumber kebahagiaan di dalam. Diperlukan seseorang yang menunjukkan cara melompat ke sumber kebahagiaan yang tidak pernah berakhir di dalam. Dan orang itu pastinya sudah menemukan sumber kebahagiaan itu. Hanya yg sudah menemukan yang dapat menunjukkan tempatnya dan caranya melompat kesana.
Dari status facebook @gedeagustapa 13 juni 2019