Leluhur yang Palsu
Hati-hati dengan pengakuan orang-orang tentang leluhur atau mengaku bisa terhubung dengan leluhur. Mungkin ada yang benar tetapi banyak juga yang halu, berkhayal.
Ada banyak makhluk di alam semesta ini. Ada dewa, ada makhluk brahma, ada yaksa, ada hantu, ada makhluk neraka, ada naga, ada kinara, ada gadharwa, dll. Brahma pun ada bermacam-macam jenis dan tingkatannya, dewa juga ada banyak kelasnya, makhluk yaksa juga ada banyak jenis dan kelasnya, makhluk hantu (preta/peta), naga, semua ada banyak kelas dan jenisnya. Semakin tinggi levelnya semakin susah diakses oleh pikiran manusia. Pikiran yang masih kasar cenderung akan bertemu pikiran yang sama, nggak mungkin mengakses makhluk dewa di level Tusita atau para Brahma. Beda frekeunsi.
Makhluk yang kasar tentu pikirannya kasar, mudah berbohong. Yaksa ya bisa saja mengaku dewa, yaksa ya bisa saja mengaku brahma. Karena kualitas pikiran yg rendah itu lah mereka tidak lahir di alam yang halus dan tinggi.
Jika ada orang yang mengaku tau tentang leluhur kita, mestinya dia mengatakan “ooh ini leluhurmu dari generasi yang kesekian, hidup di tahun/ di masa (…..) namanya waktu itu adalah (……), semasa hidupnya dia adalah (……….) sekarang lahir di alam ini (dewa/yaksa…dll), karena perbuatan ini dia ……., dia ingin mengatakan sesuatu kepadamu.”
Kita lahir sudah banyak sekali jumlahnya. Jadi, apakah itu leluhur biologis di masa lalu, atau leluhur biologis di badan yang sekarang ini kita gunakan? Tentu ada dewa yang pernah menjadi orang tua kita, ada brahma yang pernah menjadi orang tua kita, ada yaksa, ada hantu, ada binatang, ada makhluk neraka yang pernah menjadi orang tua kita, dan kita pun pernah menjadi orang tua mereka. Ini sangat mungkin.
Ada saja orang yang suka berspekulasi dan berhalusinasi mengatakan ini dan itu tanpa berdasarkan sutra dan sastra, tidak juga pernah berlatih kekuatan bathin dengan bimbingan seorang guru yang benar.
Sering ketika mengalami kesialan seseorang buru-buru mengatakan ooh ini leluhurnya begini begitu begini begitu. Ketika kesialan berkunjung mungkin ada baiknya kita merenung dan bertanya “oohh … karma burukku yang mana yg kira-kira berbuah, perbuatan buruk apa yang sudah saya lakukan di masa lalu, apakah mungkin saya masih kurang perbuatan baik? Ooh saya harus lebih banyak melakukan perbutan baik, melatih bathin saya supaya baik, tenang dan damai.”
Sang Buddha ada beberapa kali membantu orang yang diganggu makhluk bukan manusia dan beliau akan menjelaskan penyebabnya. Biasanya sang Buddha mengatakan; di kehidupan lalu (di sebutkan kehidupan yang mana) di masa raja ini (menunjukkan waktu kejadian), di kerajaan ini (menunjuk lokasi geografis kejadian) kamu sebagai ini, makhluk ini sebagai itu, kamu melakukan ini kepada makhluk itu, dan makluk itu begini begitu.. itu kenapa ada keterkaitan karma, dan cara mengakhirinya adalah seperti ini..”.
Ya begitulah.. perlu tetap berhati-hati dan teliti. Hantu pun bisa mengaku dewa, manusia bisa mengaku ini dan itu, yaksa pun bisa mengaku ini dan itu. Kalau cuma mengaku Nobita pun bisa. Tetapi yang sejati, yg benar-benar bisa, tidak lah banyak dan biasanya sulit dij
Dari status facebook @gedeagustapa 20 april 2020