Kondisi yang Mendukung
Kondisi yang mendukung untuk berlatih Dharma, berlatih spiritual, berlatih meditasi menguatkan samadhi, tidak lah mudah untuk ditemukan. Kita orang modern terlalu sibuk dengan urusan bertahan hidup dan segala tuntutan kebutuhan dan gaya hidup zaman modern.
Waktu luang adalah benar-benar sebuah kemewahan. Dapat bertahan hidup, berbagai kebutuhan terpenuhi, tanpa harus banyak keterlibatan dengan pekerjaan sehingga memiliki banyak waktu belajar Dharma, merenung, bermeditasi dan menguatkan samadhi, adalah benar-benar kemewahan. Ini adalah kondisi baik yang sulit untuk ditemui. Bagi siapa pun yang memperoleh kondisi baik seperti ini, gunakanlah sebaik-baiknya untuk menyempurnakan samadhi. Kondisi baik ini pun tidak kekal, kita juga membawa benih karma buruk yang siap berbuah menjadi ketidak beruntungan. Selagi ada kondisi baik yang mendukung gunakan lah sebaik-baiknya untuk mencapai pembebasan.
Kita mungkin saja iri dengan orang yang memiliki banyak kondisi baik seperti itu. Dan mungkin kita akan bilang; “ooh dia sih, kondisinya begitu. saya pun kalau begitu pasti bisa meditasi”. Dan kalimat serupa seperti itu. Jangan lupa, seseorang memiliki kondisi baik yang mendukung untuk latihan Dharmanya, untuk menguatkan samadhinya, ia memilkki banyak tabungan karma baik dari masa lalu. Jika kondisi kita belum seberuntung itu, ada baiknya banyak-banyak berbuat baik sehingga suatu hari nanti berjumpa keadaan yang mendukung. Bahkan sering setelah memperoleh kondisi yang beruntung tetap saja kita tidak berlatih dan tidak memiliki ketertarikan pada Dharma.
Daripada nyinyir dan iri yang hanya akan menumpuk karma buruk dan menjauhkan kita dari kondisi yang mendukung, lebih baik turut berbahagia atas keberuntungan orang dengan kondisi baik. Dan dengan kerendahan hati diakui bahwa kita masih kurang beruntung dan bertekad lah untuk memiliki kondisi yang beruntung di masa depan.
Dari status facebook @gedeagustapa 23 desember 2019