HAL BESAR & hal kecil
Dalam berbagi meditasi sering ada pertanyaan; apakah dengan meditasi bisa membuka mata ketiga, melihat hantu dan dewa, atau menjadi sakti, dll? Ini adalah pertanyaan yang lumrah, sering dijumpai. Kenyataannya hampir semua pertanyaan tidak ada yang baru. Itu-itu saja.
Apa gunanya bisa terbang tapi tetap dengan kemarahan dan kegalauan yang sama, tetap dengan kesedihan yang sama? Terbang sampai di awan, tapi disana menangis, galau. Lebih baik duduk disini dengan tenang dan damai, bahagia. Jika seseorang gagal menjaga ketenangan dan kedamiaannya sendiri, maka tempat yang indah pun tidak menyenangkan, tidak membahagiakan, tidak indah, biasa saja atau bahkan tampak jelek.
Banyak yg bisa lihat hantu, lihat makhluk halus, tapi dia nggak bahagia. Malah menjadi lebih stress.
Tujuan sang Buddha mengajarkan meditasi, mengajarkan Dharma adalah untuk mengakhiri penderitaan sehingga kita bisa hidup bahagia, damai dan tentram di sini, di saat ini, dan di mana pun. Menjadikan bumi sebagai surga yang penuh suka cita. Tidak harus menunggu mati baru ke surga. Di pikiran yang tenang dan damai, hati yang penuh suka cita, adalah surga. Tanpa itu, hidup menjadi neraka, makanan yang enak pun jadi nggak enak, tempat tidur yang empuk pun seperti penuh duri.
Yang paling penting dan utama, kedamaian harus ditumbuh kembangkan, kebahagiaan, suka cita, ini dasarnya, jalannya sekaligus tujuannya. Yang lain biarlah mengikuti. Jangan mengorbankan kedamaian dan kebahagiaan kita demi hal-hal kecil. Dan selain kedamaian dan kebahagiaan, semuanya adalah hal kecil.
Dari status facebook @gedeagustapa 8 mei 2019