Dasar dari Latihan yang Lebih Tinggi

Ketidak kekalan, hukum karma, dan kelahiran kembali adalah bagian yang tak terpisahkan dari meditasi.

Tanpa merenungkan ketidak kekalan, tanpa merenungkan hukum karma, tanpa merenungkan penderitaan di enam alam samsara, meditasi kita tidak akan mendalam. Latihan spiritual kita tidak akan kokoh, akan mudah menyerah, mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak perlu dan remeh.

Melihat anjing kelaparan, sakit dan terlantar, mencari makan di tempat sampah, tentu kita memiliki rasa kasihan. Bahkan kita mencoba membantunya, walau pun sudah berusaha, tetap saja tidak terbantu. Mungkin di kehidupan sebelumnya ia adalah seorang koruptor besar yang membuat banyak orang melarat dan menderita. Sekarang ia harus membayarnya dengan berulang-ulang kali menjadi anjing yang terlantar. Bahkan setelah dibantu, ia mati, lalu lahir lagi sebagai anjing yang terlantar. Begitulah berulang-ulang sampai karma buruknya terbayar habis. Ratusan kali, ribuan kali ia harus terlahir sebagai anjing yang terlantar, sakit, susah mendapatkan makanan.

Lahir sebagai manusia, memperoleh cukup makanan, tidak lahir di tempat perang, tubuh tidak cacat, kecerdasan baik, berjumpa ajaran, berjumpa guru, berlatihlah. Kondisi baik dari buah karma baik di masa lalu ini pun tidak kekal. Kita juga membawa benih karma buruk. Selagi menikmati buah karma baik, berlatihlah sampai pembebasan tercapai.

Tanpa merenungkan ketidak kekalan sebagai manusia yang beruntung, tanpa merenungkan hukum karma, tanpa merenungkan kelahiran di enam alam penderitaan, tidak mungkin ada latihan meditasi yang mendalam. Sungguh, jangan sia-siakan kesempatan baik ini.

Latihlah kekuatan perhatian walau sebentar dalam sehari. Sebagai dasar dari latihan yang lebih tinggi untuk mencapai pembebasan.

Dari status facebook @gedeagustapa 17 Desember 2019

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *