Dana Punia, Dana Paramita & Keberuntungan

Di Bali kotak amal disebut kotak Dana Punia,. atau Genah Dana Punia (tempat dana punia). Dana artinya memberi, pemberian, hadiah. Punia artinya kebajikan (virtue), kebaikan, suci. Dana Punia artinya kebajikan memberi, kebajikan pemberian, pemberian suci. Dana Paramita artinya kesempurnaan memberi, kesempurnaan pemberian. Dana Paramita adalah Paramita pertama dari ajaran tentang Sad Paramita (Enam Kesempurnaan). Yang diberikan bukan hanya uang atau hal-hal materi. Mengenai apa yang diberikan ada beberapa tingkatan:

1. Pemberian materi dan makanan. Ini adalah tingkatan yang lebih rendah. Misalnya jika kita memberi seseorang makanan, maka dalam 4 jam dia akan lapar lagi. Bukan berarti tidak perlu dan tidak penting. Penting. Tapi ini tidak sepenuhnya membebaskan dari penderitaan. Perlu hati-hati dalam memberikan materi karena bisa disalah gunakan, dan juga bisa ada ketergantungan, bahkan ada kekecewaan kalau tidak sesuai. Memberi pun harus dilandasi kebijaksanaan. Sekarang mengemis dan kotak amal pun adalah bisnis. Jadi perlu berhati-hati.

2. Memberikan kehidupan, menyelamatkan dari kematian, memberikan kebebasan. Ini adalah pemberian yang lebih tinggi levelnya dari memberi materi. Misalnya ada binatang yang hendak dibunuh, kita menyelamatkannya. Ini artinya memberikan kehidupan, keselamatan. Beberapa teman saya melakukan ini. Dia membeli ikan hidup yang akan digoreng, kemudian dilepaskan kembali di sungai. Ada kejadian aneh ketika ikan-ikan itu dilepaskan. Sebelum berenang menjauh ikan-ikan itu mendekat ke kaki sahabat saya seperti mengucapkan terimakasih sampai membuat sahabat saya itu begitu terharu. Melepaskan burung yang dipenjarakan juga masuk dalam level ini.

Teman-teman yang mengalami kesialan dalam bisnis dan dalam hidup biasanya melakukan praktek pelepasan ikan atau burung untuk mengumpulkan karma baik sehingga kesialannya dapat dikurangi. Dan ini terbukti benar. Sahabat dekat saya yg sempat bangkrut sekarang kembali membaik ekonominya setelah melakukan praktek ini untuk mengumpulkan karma baik. Tentu tetap harus berusaha di dalam bisnis juga.

Pemberian ini belum lah yang tertinggi. Sebab ketika ikan atau burung itu dilepaskan tetap saja dia akan mati dimangsa predator atau oleh hal lain. Dan karmanya akan menentukan dia lahir di mana. Sebagian sahabat saya sebelum melepas binatang mereka membawa ikan atau burung itu ke altar. Mendoakan dan mengucapkan mantra untuk binatang itu semoga di kehidupan selanjutnya bertemu ajaran Dharma, bertemu guru Dharma, memilki waktu luang untuk berlatih Dharma dan menjadi pembimbing bagi banyak makhluk.

3. Pemberian ajaran Dharma. Ini adalah level pemberian yang tertinggi karena hanya ajaran Dharma yang mampu dengan sempurna mengakhiri penderitaan makhluk-makhluk di enam alam samsara. Tetapi untuk memberikan pemberian ajaran dengan sempurna seseorang harus memiliki realisasi terlebih dahulu. Jika tidak begitu bisa malah menyesatkan. Bukannya pembebasan yang diperoleh malah semakin terbelenggu.

Dari motivasi memberi dapat dibagi menjadi 3 level juga:

1. Memberi ala politisi. Politisi memberi selalu ada maksudnya, untuk terkenal, untuk suara pemilih, untuk terlihat berkuasa. Bukannya mendapatkan kebaikan, pemberian yang seperti ini malah menjadi racun spiritual karena ada kesombongan yang semakin menumpuk dan ada kerakusan yang semakin tebal.

2. Memberi ala pebisnis. Ini lebih bagus dari yang no.1. Motifnya adalah menumpuk karma baik untuk keberuntungan, untuk kepentingan diri sendiri, untuk masuk surga. Masih ada ego, ada “aku” yang ingin selamat, ada “aku” yang ingin berlimpah rejeki. Tentu tidak ada yg salah, tapi belum yang terbaik, belum spiritual, masih bersifat bisnis. Tapi sudah lebih bagus dari yang pertama.

3. Memberi demi kebaikan semua makhluk. Di level ini adalah spiritual. Ini yang dilakukan oleh para pertapa, oleh para Boddhisatva, oleh para Buddha. Di keadaan ini Dana Paramita, kesempurnaan pemberian. Seseorang bahkan dapat memberikan tubuhnya untuk dimakan oleh makhluk lain jika itu memang diperlukan. Mereka yang berlatih spiritual hendaknya motifnya adalah ini; “Demi kebaikan semua makhluk, demi kebahagiaan semua makhluk, demi pembebasan semua makhluk.”

Dari status facebook @gedeagustapa 26 pebruari 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *