Bukan Tuhan yang Atur
Di ajaran Buddha, tidak ada istilah “hidup mati tuhan yang atur”. Tidak ada satu orang pun pengikut ajaran Buddha akan mengatakan seperti itu. Tidak ada. Di ajaran Buddha selalu ditekankan tentang sebab dan kondisi yang saling bergantungan. Karmaphala (buah dan tindakan) dan Pratitya Samupada (Sebab dan kondisi yang saling bergantungan). Selalu tentang sebab dan kondisi. Jika mau sesuatu ciptakan sebab dan kondisinya. Jika tidak mau sesuatu ciptakan sebab dan kondisinya. Memang ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari, tapi sebelum itu terjadi kerahkan usaha terbaik untuk merubahnya karena ada karma yang lemah yang bisa diubah dan ada yg kuat yang susah untuk dirubah.
Frase “hidup mati tuhan yang atur” sering membuat orang malah ngawur, tidak menggunakan logika, tidak memberi usaha terbaik untuk hasil yang lebih baik dan mengabaikan hubungan sebab akibat yang saling bergantungan.
Doktrin tuhan kelihatannya baik-baik saja. Tapi dalam kondisi gawat ternyata doktrin tuhan malah berbahaya.
Di ajaran Buddha, secara ultimit memang kekosongan, kosong, ketiadaan, sunyata. Tetapi di realita relatif maka sebab dan kondisi adalah pasti. Oleh karenanya, Karmaphala, Pratitya Samupada, Sunyata, harus benar-benar dipahami. Yang ultimit dan yang relatif jangan dibenturkan dan disalah pahami. Tentu tidak mudah. Dan jauh lebih mudah mempercayai doktrin tentang tuhan.
Dari status facebook @gedeagustapa 19 Maret 2020