Brahmacari

Brahmacari adalah mereka yang mencari kebenaran kesejatian hidup, kesejatian di balik fenomena segala sesuatu. Walaupun seseorang itu bersekolah, mempelajari hal-hal teknis seperti manajemen, teknik, bahasa, sastra, tapi jika tujuannya bukan untuk pencerahan, maka bukanlah dia itu seorang brahmacari. Brahmacari itu dari dua kata, Brahma dan cari. Brahma artinya keseluruhan semesta. Ini istilah yang sangat kuno. Dari kata brah, kemudian menjadi brahma, brahman, brahmana. Dalam tradisi Dharma ada sangat banyak istilah yang menunjuk pada realita tertinggi itu.

Di Bali, di mana budaya Dharma masih ada, Brahmacari adalah tahap pertama dari 3 tahap yang lainnya; Grahasta (berumah tangga), Wanaprasta (meninggalkan keduniawian dan menyepi ke hutan secara fisik), Sanyasin atau Bhiksuka (Pertapa, di mana pun adalah pertapa, tidak lagi secara fisik tapi secara mental). Keempat tahapan ini juga berkaitan dengan Dharma (Kebenaran atau kesejatian), Arta (kekayaan), Kama (kenikmatan), Moksa (pembebasan sempurna). Dharma di urutan pertama, realisasi Dharma yang utama. Jika ditelaah lebih mendalam maka artha, kama dan moksa sudah ada pada Dharma.

Jika seseorang tidak mencari kebenaran atau kesejatian di balik seluruh fenomena ini, maka dia bukanlah brahmacari. Dia bisa saja sekolah sampai tinggi, memperoleh gelar ini dan itu, memperoleh sertifikasi profesi ini dan itu, tapi dia bukan brahmacari.

Dan setelah ketemu ya terserah mau ngapain aja. Ada yang santai menikmati permainan semesta, ada juga yang memilih berkontribusi pada masyarakat, dengan berbagai cara membimbing yang lainnya untuk juga menemukan apa yang dicari, memfasilitasi evolusi kesadaran para makluk untuk menemukan kesejatian itu. Semuanya ok. Itu hak masing-masing individu mau diam menyendiri atau pun mau kembali ke masyarakat.

Di jalan Mahayana (kendaraan besar), para praktisi dari sejak awal diinstruksikan untuk membawa sebanyak mungkin makhluk pada pencerahan. Seperti bus tingkat atau pesawat airbus yang bisa mengangkut banyak orang. Itu kenapa disebut Mahayana. Kendaraan besar. Dari para praktisi ini belum tercerahkan hingga mencapai pencerahan, bawa sebanyak mungkin individu untuk merealisasi Dharma.

Jadi, yang pertama adalah Brahmacari atau Brahmacarya, Brahmacarin, cari tau kesejatian di balik fenomena, cari tau kesejatian Dharma. Baru setelah itu yang lainnya. Maka perjalanannya aman di mana pun, selamat di kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya, dan yang terbaiknya adalah terbebaskan dari samsara.

Dari status facebook @gedeagustapa 15 januari 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *