Bodhisattva yang Depresi

Di awal, susah untuk melihat bahwa penderitaan dan kesedihan kita adalah ilusi.

Setelah bermeditasi, berhasil menyadari penderitaan dan kesedihan kita adalah ilusi. Merasakan kebahagiaan dan ledakan kasih sayang.

Berikutnya, karena besarnya kasih sayang, susah melihat bahwa penderitaan semua makhluk pun adalah ilusi. Empati yang begitu besar, hingga bersedih. Keinginan untuk membantu semuanya secepatnya. Tapi tidak semua bisa dibantu, setiap makhluk dengan karmanya masing-masing. Di keadaan ini perlu seseorang yang mengingatkan bahwa semuanya seperti mimpi walau pun begitu jangan abaikan penderitaan mereka tanpa ikut terjebak dalam kesedihan akibat empati yang begitu besar.

Yang terakhir ini adalah yang sulit. Kedamaian yang tak tergoyahkan dan kasih sayang yang berlimpah ruah.

Ada cerita tentang Maha Bodhisattva Bhatara Hyang Arya Avalokitesvara karena empati beliau yang begitu besar pada penderitaan makhluk-makhluk di alam samsara bahkan setelah banyak sekali hal yang dilakukan untuk membantu tapi penderitaan makhluk-makhluk juga tidak ada habisnya. Tidak saja menderita tetapi para makhluk terus menerus menanam benih-benih penderitaan. Melihat itu beliau bersedih hingga depresi. Diceritakan karena kesedihannya kepala dan tubuh beliau sampai berantakan. Di keadaan itu munculah Buddha Amitabha yang mengajarkan tentang kesunyataan, bahwa penderitaan makhluk-makhluk pun adalah ilusi, dan sesungguhnya tidak ada makhluk.

Karena itu Boddhisatva Avalokitesvara sering digambarkan dengan Buddha Amitabha di atasnya. Di candi Mendut, di Magelang, Jawa Tengah, ada tiga arca besar. Arca yang ditengah sering dikatakan sebagai Buddha Vairocana yang melambangkan kebijaksanaan. Di sebelah kanan Buddha Vairocana adalah Boddhisatva Bhatara Hyang Arya Avalokitesvara yang melambangkan welas asih. Di Atas mahkota beliau ada arca Buddha Amitabha. Dan di sebelah kiri Buddha Vairocana adalah Boddhisatva Bhatara Hyang Arya Vajrapani yang melambangkan kekuatan dan kesaktian.

Kebijaksanaan, welas asih dan kekuatan.

Dari status facebook @gedeagustapa 22 Pebruari 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *