Selagi Ada Kesempatan

Keadaan yang baik seringkali tidak berlangsung lama. Sebab semuanya tidak kekal. Selagi memperoleh kesempatan baik dan situasi yang mendukung berusahalah menggapai pembebasan.

Lahir menjadi manusia di tempat yang tidak ada perang, di tradisi Dharma, dengan kecerdasan yang cukup, berjumpa Guru, menerima ajaran, janganlah disia-siakan kesempatan emas ini. Berlatih dan berlatih.

Di saat yang menegangkan, dalam kondisi gawat sekarat menjelang kematian semua sudah terlambat untuk belajar. Pintu kelahiran ke alam bawah terbuka lebar; menjelma di neraka, menjadi hantu atau binatang. Kesempatan untuk terbebaskan selagi di alam manusia atau di alam antara (antarabhava / bardo) terlewatkan. Sungguh malang.

Belajarlah selagi muda, carilah Guru selagi muda, terimalah instruksi-instruksi lengkap selagi muda, selagi badan sehat dan indera-indera berfungsi dengan baik. Ketika menua hanya tinggal berlatih. Tidak lagi kesana kemari mencari Guru. Kadang dapatnya Guru palsu pula. Sudah terlambat.

Selagi muda terimalah instruksi dari Guru yang telah merealisasi. Walau pun belum sempat berlatih dengan intens sesekali latih lah. Ketika sudah pensiun latihlah dengan tekun. Mereka yang sudah menerima instruksi-instruksi rahasia dari Guru maka pembebasan dari kelahiram di enam alam samsara sudah ada dalam genggaman tangannya. Tinggal menelannya saja. Berlatih adalah menelannya. Melalui latihan; prana, bindu, nadi dan cakra-cakra menjadi terintegrasi dan kesadaran menjadi kebijaksanaan yang membebaskan.

Hari Om Tat Sat

Dari status facebook @gedeagustapa 24 april 2022

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 171

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *