Doktrin yang Digunakan untuk Menipu
Pikiran mudah ditipu, mudah dimanipusi. Tetapi kesadaran tidak dapat ditipu. Begitu seseorang mengenali sang sadar di dalam dirinya, ia tidak dapat ditipu dengan berbagai akal-akalan doktrin.
Untuk terus berkuasa doktrin disebar di masyarakat. Misalnya kasta sudra dan paria adalah yang rendah. Kasta brahmana adalah yang tertinggi. Digunakanlah nama yang membedakan mana brahmana mana bangsawan. Ini sebenarnya politik untuk terus berkuasa. Sesuatu yang akhirnya dianggap kebenaran absolut oleh masyarakat.
Doktrin yang lain kita jumpai di masyarakat untuk menipu pikiran masyarakat misalnya bahwa suatu kaum adalah kaum pilihan tuhan. Ini sebenarnya akal-akalan saja. Dulu bangsa Jepang menganggap mereka lah bangsa pilihan untuk melindungi Asia. Bangsa Yahudi memiliki doktrinnya tersendiri.
Doktrin yang lain yang menipu pikiran masyarakat sekarang ini adalah cara berpakaian harus begini harus begitu. Bagian-bagian tubuh dianggap tabu. Dan banyak lagi yang digunakan untuk menipu pikiran. Yang kemudian pikiran-pikiran individu menganggapnya sebagai kebenaran, sesuatu yang absolut, sebuah kenormalan.
Mereka yang telah sadar, tidak dapat lagi ditipu. Mereka yang sadar telah memahami betapa menipunya pikiran, konsep-konsep, dogma-dogma. Mereka yang telah sadar ditakuti dan dimusuhi oleh para penipu yang mau berkuasa.
Sang sadar murni dari segala pelabelan, sang sadar tak ternoda oleh doktrin dan dogma, tak ternodai oleh konsep-konsep. Suci dan murni. Sang Sadar adalah hakikat sejati semua makluk. Segala identitas adalah palsu.
Dari status facebook @gedeagustapa 24 September 2021