Tidak melupakan kematian juga tidak melupakan kehidupan
Kita cenderung melupakan salah satunya.
Orang yang terobsesi dengan surga atau momen setelah kematian cenderung melupakan kehidupan sekarang ini. Bahkan mereka berani menghancurkan kehidupan ini demi surga. Ini tidak lah benar. Kita hidup di sini, maka perlu membuat kehidupan ini lebih indah, lebih sejahtera, lebih mewah, lebih penuh warna, penuh suka cita, dengan musik, tarian dan berbagai seni.
Ada juga yang terobsesi dengan kehidupan ini sehingga lupa mempersiapkan momen kematiannya. Lupa bahwa tubuh tidak kekal, lupa bahwa kematian datang setiap saat, perpisahan dengan yang dicintai terjadi setiap saat. Sehingga di momen kematiannya ia menderita dan ketakutan. Ini juga tidaklah bagus.
Kita harus merangkul kehidupan dan kematian sama mesranya. Mempersiapkan kehidupan sekaligus mempersiapkan kematian. Di hidup ini terus menerus berusaha membuat kehidupan lebih sejahtera, lebih mewah, lebih penuh suka cita, penuh warna dan sekaligus melepasnya sepenuhnya ketika momen kematian datang.
Buddha kurang lebih mengatakan; “ia yang mengikuti Dharma, di sini berbahagia, di sana juga berbahagia.”
Dharma yang benar adalah yang tidak melupakan kehidupan juga tidak melupakan kematian.
Dari status facebook @gedeagustapa 12 mei 2021