Perlu Guru

Di Bali ada semacam kepercayaan dilarang membaca lontar atau text-text ajaran suci tanpa persiapan, tanpa upacara atau tanpa abhiseka tertentu. Tidak sama membaca text suci dengan membaca novel atau buku manajemen. Ternyata hal seperti ini juga berlaku di India, Tibet dan di daerah Himalaya. Seseorang perlu mendapatkan abhiseka terlebih dahulu.

Ini penting. Karena teks tersebut mudah disalah pahami. Atau mudah kita mengira diri kita sudah tahu atau paham atau tercerahkan hanya karena membaca text. Untuk mencegah hal itu terjadi, maka penting sekali bagi seorang pencari untuk memiliki seorang Guru yang merealisasi, Guru yang otentik, Guru yang hidup yang masih berbadan manusia. Tentu juga perlu berhati-hati dalam mencari Guru.

Pemahaman dari membaca bisa sangat menipu. Merasa kita sudah mengetahui padahal belum. Oleh karenanya di tradisi-tradisi yang otentik selalu menekankan untuk memiliki Guru dan kemudian latihan, latihan dan latihan. Bahkan di tradisi Tantra, Guru itu sendiri adalah kitab suci, adalah Buddha itu sendiri, adalah Dharma itu sendiri.

Dari status facebook @gedeagustapa 10 september 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 171

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *