Tugas Utama

Tugas utama manusia, kewajiban utama manusia, adalah menjaga kualitas pikirannya. Ini dari sudut pandang Dharma, khususnya Dharma yang sebagaimana diajarkan oleh Sang Buddha.

Entah apa pun yang diperjuangkan dalam hidupnya; memperjuangkan isi perutnya, memperjuangkan keluarganya, memperjuangkan kelompoknya, memperjuangkan tradisinya atau memperjuangkan negaranya, memperjuangkan keadilan bagi umat manusia, atau pun memperjuangkan mempertahankan ajaran Dharma.

Memperjuangkan isi perut untuk menjaga badan, pada akhirnya badan ini akan mati dan hancur. Setelah itu kualitas pikiran yang menentukan akan lahir di alam mana selanjutnya, atau pun terbebaskan dari alam samsara. Jangan karena memperjuangkan isi perut dan menjaga badan malah membawa ke kelahiran di alam rendah yang penuh penderitaan.

Memperjuangkan keluarga, keluarga pun harus ditinggalkan ketika momen kematian datang. Mereka pun tidak bisa membantu dimana ia akan dilahirkan. Jangan sampai atas nama memperjuangkan keluarga lalu melakukan kejahatan yang akhirnya membawa kelahiran di alam rendah yang penuh penderitaan.

Badan kita, keluarga, tradisi, bahkan negara dan peradaban manusia di planet ini datang dan berlalu. Akan mengalami kemunduran kemudian kehancuran. Dan harus ditinggalkan ketika kematian datang. Tetapi kualitas pikiran menemani perjalanan seseorang dan menjadi faktor penentu dimana ia akan dilahirkan.

Jangan membela sesuatu berlebihan lalu mengabaikan kualitas pikiran. Jangan memperjuangkan sesuatu berlebihan lalu mengabaikan kualitas pikiran.

Dari pikiran ucapan menjelma, dari pikiran perbuatan-perbuatan oleh badan mewujud. Oleh karenanya pikiran adalah gerbang utama setiap tindakan. Pikiran adalah gerbang karma.

Karena pikirannya seseorang lahir di alam-alam kebahagiaan, menikmati kebahagiaan, berjumpa Guru, berjumpa ajaran dan akhirnya mencapai pembebaasan dari jerat-jerat kelahiran kembali di alam samsara.

Karena pikirannya seseorang lahir di alam-alam penderitaan, disiksa, sengsara, teraniaya, merana, tidak berjumpa Guru yang sejati, tidak bertemu ajaran yang membebaskan.

Turut berbahagia pada mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan baik, turut berbahagia pada mereka yang berlatih menumbuh kembangkan kasih sayang bagi semua makluk, turut berbahagia pada mereka yang berlatih menumbuh kembangkan kualitas-kualitas baik adalah karma baik yang sangat mudah untuk dilakukan.

Jangan karena berbeda tradisi seseorang mencela mereka yang berlatih menumbuh kembangkan kasih sayang pada semua makhluk. Jangan karena berbeda tradisi seseorang mencibir, mencela, menghujat dan menghina mereka yang berlatih menumbuh kembangkan kualitas-kualitas baik dan perbuatan-perbuatan baik. Sebab karma buruknya besar dan membawa pada kelahiran-kelahiran di alam rendah yang penuh dengan penderitaan.

Oleh karenanya, sekali lagi, tugas utama seorang praktisi dan seorang manusia adalah menjaga kualitas pikirannya, setiap menit, setiap detik, setiap saat.

Dari status facebook @gedeagustapa 27 September 2022

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 210

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *