Mempraktekkan Tantra Buddha
Dalam mempraktekkan tantra di ajaran Buddha ada 3 tahapan:
1. Tahapan Persiapan (Preparation stage)
2. Praktek aktualnya (Actual practice)
3. Kesimpulan atau penutupannya (Conclusion)
Tahap persiapan adalah pondasi. Seperti membangun rumah maka pondasinya haruslah kuat sebelum bagian-bagian lain dibuat. Pondasinya harus benar-benar kokoh. Jika tidak kokoh pondasinya maka keseluruhan bangunan bisa ambruk dan semua biaya, waktu dan tenaga yang digunakan untuk membangun rumah menjadi sia-sia belaka bahkan membahayakan penghuni rumah. Mengenai praktek tantra di ajaran Buddha maka pondasinya adalah Berlindung pada Tri Ratna (Buddha, Dharma dan Sangha) dan membangkitkan Boddhicitta.
Berlindung pada Tri Ratna artinya seseorang melaksanakan ajaran sang Buddha yaitu Dharma dan menghormati sangha (perkumpulan) para murid sang Buddha, para bhiksu dan bhiksuni, para yogi dan yogini. Berlindung pada Tri Ratna juga memiliki arti melaksanakan sila (aturan moralitas) yang diajarkan oleh sang Buddha. Tujuan dari menjalankan sila adalah supaya hidup kita damai, tidak banyak masalah, tidak banyak kong kalikong dan konspirasi sehingga bathin kita menjadi rileks tanpa beban. Bathin yang rileks mudah untuk belajar Dharma yg lebih tinggi.
Membangkitkan Boddhicitta, menumbuh kembangkan Boddhicitta, membesarkan Boddhicitta artinya apa pun yang dilakukan melalui pikiran, perkataan dan perbuatan fisik adalah semata-mata demi kebaikan, kebahagiaan dan pembebasan spiritual semua makluk tanpa terkecuali. Tekad Boddhicitta ini harus dimunculkan sebelum melatih metode Tantra apa pun. Inilah pondasi atau tahap persiapan dalam Tantra Buddha; Berlindung pada Tri Ratna dan Membangkitakan Boddhicitta. Jangan melatih tantra apa pun tanpa pondasi ini karena akan sia-sia dan berbahaya.
Praktek aktualnya misalnya melatih phowa, melatih istadewata damai atau istadewata murka, melatih chod, maha ati yoga atau pun praktek tantra lainnya dan ritual-ritual tantra.
Pada tahap penutupnya atau kesimpulannya adalah mendedikasikan atau mempersembahkan buah atau hasil dari latihan tantra itu demi kebaikan, kebahagiaan dan pembebasan spiritual semua makhluk.
Demikian sedikit penjelasan.. Semoga bermanfaat.. Semoga ajaran Dharma tumbuh subur di segenap penjuru Nusatara.
Dari status facebook @gedeagustapa 25 Agustus 2022