Guru Dari Afganistan

Sekarang kita mengenal Afganistan sebagai tempatnya teroris dan orang-orang garis keras, juga sebagai negara yang paling berbahaya dan terbelakang. Taliban, ISIS, Al-qaeda, dan mungkin masih ada lagi kelompok yang lainnya yang ada di sana. Tetapi dahulu kala Afganistan adalah satu peradaban dengan daratan India mau pun India kepulauan (india nesia- Indonesia). Peradaban Dharma.

Di cerita Mahabharata yang katanya terjadi pada 5000 tahun yang lalu ada seorang raja dari kerajaan Gandara yang bernama raja Subala, saat ini berasal dari wilayah Afganistan. Raja Gandara memiliki putri bernama Gandari, ibu dari para Kurawa. Dan juga seorang putra bernama Sangkuni. Saat ini wilayah kerajaan Gandara menjadi kota Kandahar salah satu kota di afganistan.

2000 tahun yang lalu Afganistan menjadi pusat ajaran Buddha Mahayana. Dari sana lah ajaran Buddha Mahayana menyebar ke Asia Timur, Asia Tengah dan Asia Tenggara mengikut jalur perdagangan sutra. Namun entah karena karma apa di masa lalu atau memang sudah putaran waktunya begitu peradaban Dharma di sana musnah karena gempuran para penjajah dari seberang pegunungan Hindu Kush.

Sekitar tahun 725 – 788 raja Tibet mengundang seorang Biksu dari Universitas Nalanda di India bernama Santaraksita untuk mendirikan biara Buddha pertama di Tibet dan juga untuk menterjemahkan text-text ajaran dari bahasa sanskrit ke bahasa Tibet. Akan tetapi sangat banyak gangguan sehingga proyek tersebut tidak bisa terlaksanakan. Kemudian Bhiksu Santaraksita meminta kepada Raja Tibet untuk mengundang seorang Guru Tantra untuk menundukkan kekuatan-kekuatan jahat yang menggangu terlaksananya proyek pendirian biara Samye dan juga penterjemahan. Maka diundanglah seorang Guru Tantra bernama Padmasambhava.

Padmasambava adalah seorang pangeran dari kerajaan Oddiyana (Uddiyana, Udayana, Udyana) sebuah kerajaan kecil di wilayah Gandara, Afganistan, yang rajanya bernama Idrabudhi. Padmasambhava adalah pewaris tunggal kerajaan tersebut. Namun beliau memilih untuk menjadi pertapa ketimbang menjadi raja yang hanya akan membuatnya sibuk dengan urusan-urusan duniawi. Beliau meninggalkan istana dan pergi ke Nalanda. Di Nalanda beliau juga mengajar. Jadi Guru Padmasambava dan Santaraksita sama-sama dari Universitas Nalanda.

Guru Padmasambava diundang ke Tibet adalah untuk menundukkan kekuatan kekuatan jahat yang mengganggu. Dikatakan biara samye ketika siang hari dibangun, maka malam harinya runtuh kembali karena gangguan makhluk-makhluk jahat yang kuat. Kejadian seprrti itu berulang-ulang kali terjadi. Guru Padmasambva seorang mahasidha, seorang yogi, seorang pertapa, dengan berbagai kekuatan tantranya berhasil menundukkan kekuatan jahat yang mengganggu sehingga proyek pendirian biara pertama di Tibet dapat terselesaikan. Beliau juga memimpin penterjemahan text-text Dharma di Tibet bersama-sama dengan Santaraksita dan Vairocana.

Dari status facebook @gedeagustapa  7 Juni 2023

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 210

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *