Tantra Seperti Dongeng

Bagi sebagian orang, Tantra itu seperti dongeng. Atau pencapaian-pencapaian spiritual yg tinggi atau kisah-kisah penaklukan makluk-makluk astral seperti kisah dongeng. Atau ketika seorang Guru menunjukkan suatu keajaiban. Mereka tidak bisa menerima apa-apa yang dilakukan oleh Guru Padmasambhava atau oleh para Mahasidha. Metode-metode Tantra dianggapnya tak masuk akal dan omong kosong belaka. Bagaimana mungkin mantra, yantra, upacara, praktek Istadewata bisa berkerja, bisa mendatangkan ini dan itu, menciptakan ini dan itu?

Salah satu sebabnya karena peradaban Dharma mengalami kemunduran dan juga karena kekotoran bathin kita. Atau karena terlalu intelek dan logis, padahal logikanya terbatas. Tentu berbeda logika mereka yg mencapai tataran mahasidha dengan logika pedagang di pasar, atau logika orang bisnis atau logika seorang dokter modern. Karena yang mereka lihat berbeda. Buddha telah melihat semuanya dari yang terbesar hingga yang terkecil, dari mekanisme yg paling kasar hingga mekanisme yang paling halus.

Saat ini bahkan banyak umat-umat dari tradisi Dharma pun berpikirnya seperti cara pandang Abrahamic. Sangat dualistic. Dan karenanya kita berpikir sebagai manusia fisik dan sebagai individu-individu yg terpisah dari satu sama lain. Dan seolah-olah Tuhan ada nun jauh di sana, atau berpikir ada Tuhan yg mengatur ini semua.

Orang mengira ruang kosong ini adalah kosong benar-benar kosong. Ini adalah cara pandang nihilist. Atau orang mengira bahwa yg ada hanya yg dapat ditangkap oleh panca indera, tidak tau ada ruang kosong fisik dan ruang kosong kesadaran yang hidup. Itu adalah cara pandang materialist. Buddha menolak dua cara pandang ekstrim itu.

Tidak ada yg namanya keajaiban. Semua yang muncul ke permukaan yang kemudian dapat dicerna oleh panca indera dan juga pikiran ada karena sebab dan kondisi. Tampak seperti keajaiban karena kita manusia biasa tidak melihat sebab dan kondisinya itu. Tidak memahami mekanisme dan cara kerjanya.

Ruang kosong ini tidak benar-benar kosong. Ia hidup. Ruang yang luasnya tak berhingga ini tak pernah terpisah dari segala wujud. Badan kita menempati ruang, juga adalah ruang, dan seluruh ruang di semesta ini adalah satu, tak terpisahkan. Ruang yg maha luas ini menampung seluruh galaksi, semua benda-benda, segalanya. Suara juga ada di dalam ruang.. juga adalah ruang.

Ada dua ruang yang sebenarnya tak terpisahkan. Ruang fisik dan ruang kesadaran. Sebagaimana ruang fisik sulit untuk disadari walau pun keberadaannya adalah tak terpisahkan dengan badan kita begitu juga ruang kesadaran yang tak pernah terpisah dari pikiran, fenomena mental dan kesadaran.

Seluruh ajaran Buddha adalah untuk melihat dan memahami itu. Hambatan kita untuk melihat kesatuan dan keutuhan ruang fisik dan ruang kesadaran adalah karena adanya cengkraman pada persepsi tentang adanya diri, atau aku. Semua penderitaan adalah karena tidak melihat keluasan dan ketakberhinggaan ruang fisik dan ruang kesadaran yg tak terpisahkan itu. Kita bertingkah seolah-olah individu yang mandiri yang terpisah dari alam semesta ini. Kita lupa pada kesejatian segala sesuatu ini yang sebenarnya adalah tak berhingga dan satu. Karena itu kita mengembara di alam-alam samsara dan mengalami berbagai penderitaan. Metode-metode di ajaran Buddha adalah untuk melenyapkan kemelekatan pada diri (aku) dan yang terkait dengan diri (kepemilikan oleh diri, milikku, anakku, istriku, suamiku, hartaku, dsb) baik itu secara perlahan-lahan, bertahap, mau pun yang secara seketika.

Sejak dulu, sekarang dan seterusnya Hamparan Kesatuan Realita ruang fisik dan ruang mental yang tak berhingga yang hidup dan mewujud sebagai apa pun. Karenanya secara hakikat mantra tidak berbeda dengan segala perwujudan ini, Buddha dan Istadewata tidak berbeda dengan segala sesuatu ini. Itulah dasar dari berbagai metode di tradisi Tantra yang kelihatannya aneh, seperti mitos, atau seperti dongeng.

Dari status facebook @gedeagustapa 1 Oktober 2022

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 210

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *