Hambatan Finansial & Zambala
Ada dua jenis hambatan finansial berkaitan dengan berlatih Dharma:
1. Kurang uang sehingga tidak ada waktu dan biaya untuk bertemu Guru, mendengarkan ajaran, merenungkan ajaran dan melatih metode secara lebih intense karena disibukkan dengan pekerjaan mencari uang untuk makan dan berbagai kebutuhan dasar.
2. Kelebihan uang sehingga terlalu sibuk mengurusi pekerjaan dan bisnis dan karenanya tidak ada waktu untuk berjumpa Guru, mendengarkan Dharma, merenungkan ajaran dan melatih metode secara intens.
Memiliki waktu luang yang banyak dan berkecukupan dalam hal sandang, pangan dan papan, adalah sebuah berkah. Tidak khawatir besok makan apa atau makan siapa. Ini adalah berkah dari karma baik yang dikumpulkan di banyak kehidupan. Tidak banyak orang yang memiliki ini.
Di zaman industri sekarang ini manusia seperti diperbudak oleh berbagai kebutuhan dan keinginan. Sistem keuangan dan sistem ekonomi modern adalah seperti sistem perbudakan. Seperti tidak ada celah untuk keluar. Dan tau-tau mati. Apa yang dikumpulkan dengan susah payah ditinggal pergi. Belum sempat belajar Dharma tau-tau sudah sakit dan mati.
Orang-orang tradisional yang masih memiliki alat produksinya sendiri dan dengan sedikit kebutuhan dan keinginan bisa memiliki waktu luang yg lebih banyak. Tapi masa yang seperti itu sudah berlalu.
Sungguh kasihan orang yang memiliki berkah yang seimbang antara waktu luang, berkecukupan pangan, sandang dan papan, tetapi tidak menggunakannya dengan baik atau malah menyia-nyiakannya. Kesempatan seperti ini belum tentu diperoleh di seribu kelahiran yang akan datang. Oleh karenanya jangan disia-siakan.
Di Tradisi Tantra Buddha untuk melenyapkan rintangan finansial biasanya dilakukan praktek mantra dan istadewata Zambala / Dzambala atau Jambala. Zambala adalah Dewa kekayaan. Dalam tradisi Mahayana dan Tantrayana beliau adalah seorang Boddhisattwa. Nama lain dari Zambala adalah Kuvera atau Kubera, disebut juga Vaisravana. Vaisravana atau Kuvera atau Kuwera adalah salah satu raja Dewa dari empat Raja Dewa yang masuk ke dalam kelompok Catur Maha Raja Kayika (Catumaharajika Dewa). Di tradisi kuno Hindu Dewa Kuvera adalah juga dewa kekayaan. Catur Maha Raja Kayika Dewa termasuk ke dalam kelompok Dewa Lokal juga. Sebab keberadaan beliau di bawah surga Dewa Indera yaitu trayatimsa (tawatimsa), masih sangat dekat dengan alam manusia.
Diceritakan di masa Buddha Sakyamuni Dewa Kuwera hadir di hadapan beliau dan menjanjikan memberkati para praktisi Dharma yang meminta bantuan kepada beliau.
Ketika seseorang mempraktekkan mantra beliau bukan berarti ia akan menjadi seperti Jack Ma atau Jeff Besos. Tidak begitu. Jika terlalu kaya nanti juga menjadi hambatan. Hanya untuk menyingkirkan hambatan finansial dalam berlatih Dharma. Jangan sampai tujuan utamanya lupa, lupa dengan Dharma malah sibuk dengan bisnis dan uang.
Biasanya seseorang perlu memperoleh transmisi lisan atau abhiseka untuk menggunakan suatu mantra sehingga berkahnya benar-benar tajam. Walau pun begitu Mantra umum zambala boleh dichantingkan atau diucapkan atau dinyanyikan oleh siapa saja.
Dari status facebook @gedeagustapa 24 September 2022