Obat Sakit Kepala

Dharma bukan agama. Dharma yang sejati adalah obat. Obat untuk penderitaan di alam samsara. Siapa pun boleh menerimanya. Sebagaimana obat sakit biasa, atau obat sakit kepala yang bisa dikonsumsi oleh siapa pun tak perduli agamanya apa. Ambillah contoh sebuah nama obat yang populer. Orang agama Islam, agama Hindu, agama Buddha, agama Kristen, agama Konghucu, agama katolik, ateis atau apa pun bisa minum obat tersebut. Minum obatnya sakit kepalanya sembuh tidak perduli agamanya apa. Obat tidak membedakan. Tidak juga memberi efek berbeda berdasarkan agama orang yang meminumnya. Begitu juga dengan Dharma. Berlaku universal bagi semua.

Buddha mengajarkan Dharma. Bukan agama. Para bhiksu murid-murid sang Buddha mengajarkan Dharma. Dharma yang membawa kebahagiaan pada semua.

Tapi sebagaimana obat ada yang palsunya ada yg aslinya ada yang generik ada yg tidak generik begitu juga Dharma ada yang otentik dan ada yang tidak otentik.

Dharma yang otentik membawa kedamaian, kebahagiaan, suka cita, dan tentunya pencerahan dan kebijaksanaan bagi semua makluk bukan hanya pada manusia saja.

Setelah berjumpa Dokter (Guru Dharma), terima obatnya (terima ajarannya) maka penting untuk meminum obatnya (melatih ajarannya). Ini satu paket untuk bisa sembuh dari sakit di alam samsara.

Dari status facebook @gedeagustapa 15 Agustus 2022

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 210

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *