Jangan Abai Ketika Sehat

Teman dari sahabat saya terkena kanker paru. Umurnya baru 37 tahun. Bulan lalu stadium 4. Bulan lalu juga melalui sahabat saya dia meminta supaya saya sharing tentang meditasi. Ketika saya bertemu dengan dia, saya melihat kondisinya sudah sangat lemah. Walau pun saya membagikan petunjuk dan instruksi, saya tahu akan sulit baginya.

Ketika itu saya bicara blak-blakan dengannya. Semua harus dipersiapkan. Dalam kondisi seperti itu kematian sudah mencekik leher. Jadi, instruksi yang saya bagikan adalah instruksi menghadapi kematian dengan tenang. Tapi ini akan sangat susah karena selama hidupnya yg sekian lama, selama dia sehat, tidak pernah meditasi, tidak pernah berlatih. Bahkan tidak pernah mendengarkan ajaran tentang meditasi. Instruksi-instruksi tentang kematian hanya akan bermanfaat ketika semasa hidup seseorang berlatih tapi belum merealisasi dengan kuat.

Sekarang kondisinya memburuk.

Ketika kita sehat, dan kondisi mendukung, kita lengah dan abai. Seolah-olah sakit dan mati tidak akan datang pada kita hanya karena usia kita muda dan tubuh sehat. Kematian tidak dapat menunggu. Dan momen kematian adalah persimpangan, apakah kita akan ke alam bawah, ke alam yg lebih tinggi atau sepenuhnya terbebaskan. Kecenderungan untuk jatuh ke alam bawah jauh lebih besar daripada mengambil wujud di alam yg lebih tinggi.

Itu kenapa saya sering mengingatkan teman-teman untuk berlatih dan berlatih. Melalui status fb, status wa, bahkan ada teman-teman dekat yang saya wa langsung. Kadang bertanya; “apakah sudah siap kalau mati besok pagi sehabis sarapan?” Atau membuat lelucon tentang kematian kita atau orang yang kita sayangi. Kedengarannya ekstrim, tapi memang begitu caranya. Tentu ini hanya untuk sahabat dekat.

Berlatihlah… Jangan mencari pembenaran untuk menunda latihan. Dan latihan yang terbaik adalah terus menerus mengenali ketiadaan diri. Tubuh bukan diri, perasaan bukan diri, pikiran bukan diri, berbagai emosi bukan diri, kesadaran pun bukan diri. Karena tidak ada diri, maka tidak ada yang mati dan tidak ada yang lahir. Latihan ini dapat dilakukan di mana pun; selagi ngantri di bank, duduk di sofa, berbaring di tempat tidur, kapan pun, di mana pun. Tentu sangat bagus  kalau ada waktu sebulan sekali, atau dalam setahun memiliki waktu khusus untuk retreat dan melatih ini.

Dari status facebook @gedeagustapa 6 agustus 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *