Tujuan

Meditasi, berlatih meditasi, belajar dharma, jelas memiliki tujuan. Kita tidak dapat mengatakan meditasi tidak memiliki tujuan. Tujuan terbesarnya adalah memahami dan merealisasi dharma. Dan tujuan Dharma adalah “mokshartam jagadhita.” Untuk terbebaskan dari belenggu penderitaan samsara dan hidup di sini dengan bahagia penuh suka cita adalah tujuan Dharma. Mokshartam Jagadhita ya ca iti Dharma.

Tujuan dari semua Buddha dan Bodhisattva begitu. Mengajar untuk pembebasan para makhluk. Dan sumber dari semua belenggu adalah persepsi tentang adanya diri. Oleh karenanya semua metode sang Buddha mengarah pada investigasi untuk mengetahui ketiadaan diri. Dan setelah mengetahui ketiadaan diri maka latihan berikutnya adalah tetap di keadaan itu. Tidak ada diri pada subjek, pada objek, dan pada tindakan. Ini tidak mudah untuk direalisasi. Oleh karenanya jangan terburu-buru merasa tau.

Jebakannya ada pada kesadaran. Kita mengira kesadaran adalah diri. Jelas-jelas Buddha mengatakan vinyana adalah annata, kesadaran bukan diri.

Jika berlatih meditasi tidak memiliki tujuan ya tidak perlu berlatih, tidak perlu belajar. Tujuannya ada. Tujuannya Jelas. Melihat ketiadaan diri pada seluruh fenomena. Dan karenanya terbebaskan. Karena tidak ada diri maka tidak ada yang terbelenggu. Semua belenggu adalah ilusi.

Jangan menipu diri sendiri. Ujian terbesarnya selalu di momen kematian. Karma berkerja ketika ada diri. Dan kelahiran kembali di alam penderitaan adalah karena adanya persepsi tentang diri. Oleh karenanya, momen kematian ujian terbesar.

Dari status facebook @gedeagustapa 3 Agustus 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *