Manifestasi & Yang Terpenting
Di Hindu ada yang disebut Siwa Shakti, atau Saguna dan Nirguna, Purusha-Pradana. Bahasa sekarangnya adalah Manifest (Shakti/Saguna/Pradana) dan Unmanifest (Siwa/Nirguna/Purusha). Pembagian ini bukanlah untuk membagi realita tetapi untuk memudahkan mempelajarinya. Secara hakikat yang manifest dan yang unmanifest, siwa-shakti, saguna-nirguna, purusha-pradana adalah tak terpisahkan.
Yang manifest seperti: segala wujud, kelima element materi, energi, kundalini, sistem cakra, emosi, pikiran, kesadaran, adalah tidak terpisahkan dengan yang unmanifest.
Proses memisahkan yang manifest dari yang unmannifest demi kemudahan mempelajarinya disebut viyoga. Sedangkan yoga adalah ketika mengetahui yang manifest dan yang unmanifest adalah tak terpisahkan, satu. Sama seperti untuk mengenali ruang kita berusaha mengenali dinding-dinding dan benda-benda sebab kita tidak dapat melihat ruang, yang kita lihat adalah benda-benda dan dinding.
Jangan melekat pada yang nir juga jangan melekat pada manifestasi sebab realita adalah satu keutuhan. Inilah yang diajarkan Buddha, jalan tengah.
Kundalini, Cakra, Prana adalah bagian dari manifestasi. Mengelolanya dapat menimbulkan berbagai kekuatan super. Sebagai contoh jika seseorang tau bagaimana mengelola atau memanipulasi panca vayu (panca prana) maka dia dapat terbang, atau menembus dinding, dll. Tentu latihan seperti ini tidak untuk umum dan menuntut disiplin yang tinggi. Dan juga berbahaya bagi mereka yang kurang kebijaksanaannya dan dapat menjadi jebakan bagi mereka yang menuju pembebasan. Tapi dengan kebijaksanaan tentu hal ini dapat membawa manfaat bagi banyak makhluk.
Devadatta sepupu sang Buddha menguasai berbagai kesaktian karena hasil dari konsentrasinya tapi tidak tercerahkan dan masuk ke alam neraka avici. Di zaman modern di Rusia ada yang bernama Grigori Rasputin dengan kemampuan konsentrasi yang luar biasa, tapi malah berujung nahas. Dia ditembak oleh kaum revolusi dan mengkhiri kekaisaran Rusia.
Sidharta Gautama sendiri sebelum beliau mencapai keBuddhaan yang sempurna beliau sudah menguasai berbagai kesaktian karena buah dari konsentrasi dan latihan beliau. Tapi ketika beliau mencapai keBuddhaan beliau mengatakan bahwa seseorang tidak harus mencapai semua kesaktian itu untuk dapat terbebaskan dari samsara.
Adalah baik mengetahui dan mempelajari berbagai hal, menguasai berbagai teknik modifikasi energy, mengetahui memodifikasi berbagai manifestasi, tapi jangan lupa yang terpenting adalah kebijaksanaan dan kasih sayang. Dengan kebijaksanaan dan kasih sayang hal-hal seperti itu dapat membantu banyak makhluk. Tanpa kebijksanaan dan kasih sayang malah menjerumuskan ke alam-alam yg lebih rendah.
Dari status facebook @gedeagustapa 3 Juni 2020