Kemarahan & Kesedihan
Kemarahan dan kesedihan adalah dua sisi dari satu keping uang yang sama. Di kemarahan seseorang ingin menghancurkan sesuatu di luar dirinya entah itu orang lain atau benda. Di kesedihan seseorang ingin menghancurkan dirinya sendiri, menyakiti diri, atau bahkan bunuh diri. Kemarahan adalah kesedihan yang aktif. Kesedihan adalah kemarahan yang pasif.
Jika kemarahan seseorang sudah melampaui batas atau jika marah sudah melampaui kapasitasnya maka ia akan bersedih. Jika kesedihan seseorang sudah mencapai puncaknya maka ia mengarah pada kemarahan. Seperti bandul ayunan. Ke sisi kiri adalah kesedihan, ke sisi kanan adalah kemarahan. Itu kenapa seseorang yang marah bisa menangis sedih selagi marah. Dan orang yang sedih bisa jadi sedang marah pada kehidupan atau satu kejadian.
Karakteristik dari kemarahan adalah seperti api yang berkobar. Membakar apa pun yang mendekat atau yang di dekatnya. Jika seseorang sedang dibakar amarah atau diri kita yang dibakar amarah, menjauh lah dulu supaya tidak ada yang ikut terbakar. Biarkan apinya mereda. Energinya yang meledak supaya agak reda.
Karakteristik kesedihan adalah seperti lumpur hisap yang terus menghisap dan menenggelamkan seseorang. Di kesedihan, jangan menyendiri. Perlu bantuan orang lain yang memiliki energi suka cita yang berlimpah, energi canda tawa, energi kelucuan untuk mengeluarkan dari lumpur hisap kesedihan .Itu kenapa orang mencari teman curhat ketika sedih. Pola kesedihan harus dihancurkan. Kadang dengan pernyataan atau pertanyaan yang tidak masuk akal dan konyol yang membuat kaget misalnya ‘apakah sudah berak?/jangan lupa berak.” Itu adalah hal konyol yang tidak diduga dibandingkan menanyakan “apakah sudah makan?/jangan lupa makan” yang terlalu formal dan biasa.
Bebaskan diri dari keduanya; kemarahan dan kesedihan. Dan juga bantu teman-teman yang lain untuk terbebaskan. Seorang praktisi jangan belajar hanya untuk diri sendiri, tapi juga belajar untuk membantu orang lain. Perlu mengetahui banyak hal tidak saja mengetahui text-text dan memiliki pengetahuan yang terstruktur atau metode meditasi tapi juga perlu menjadi pendengar yang baik, mediator yang baik, consultant, dll. Ini yang disebut Kalyana Mitra; sahabat yang baik, sahabat di dalam perjalanan spiritual, sahabat yang mendukung, sahabat yang bijaksana.
Dari status facebook @gedeagustapa 10 Mei 2020