Teori Rumit, Metode Sederhana, Latihan Berat
Spiritual itu teorinya rumit, metodenya sederhana, prakteknya berat. Perlu teman, perlu komunitas, perlu Guru untuk bertanya, diskusi dan dukungan dalam berlatih.
Jangan menyerah. Tetap semangat. Jalan terus sampai pencerahan sempurna dicapai.
Buddha Sakyamuni dan juga semua Buddha mengajarkan meditasi bukan untuk sekedar bahagia atau sehat apalagi untuk hal-hal yang berkaitan dengan duniawi; rejeki, popularitas dan terkenal, dll. Prioritas utama beliau adalah pembebasan dari lingkaran samsara. Beliau telah menyaksikan bagaimana penderitaan makhluk-makhluk yang berputar terus menerus di enam alam samsara. Muncul dan lenyap silih berganti dari satu alam penderitaan ke alam penderitaan lainnya. Dan dari welas asih yang begitu besar beliau berbagi, mengajar, menunjukkan jalan dan membimbing menuju pembebasan.
Sang Buddha bertujuan agar kita sepenuhnya memahami belenggu, memahami mekanismenya, karena dengan memahami belenggu dan mekanismenya dengan mudah kita terbebaskan. Tentu memahaminya bukan sekedar pemahaman intelek semata tetapi juga realisasi. Siapa pun yang melihat belenggu, memahami mekanismenya, melihat yang tak terbelenggu, maka ia melihat Dharma. Siapa yang melihat Dharma, ia melihat Buddha. Siapa yang melihat Buddha adalah Buddha itu sendiri.
Tidak semua ajaran atau yang dianggap spiritual membawa pada memahami belenggu dan pada pembebasan. Salah-salah malah memperkuat belenggu dan membawa pada penderitaan yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lama.
Oleh karenanya perlu berhati-hati. Di awal, miliki motivasi yang tulus untuk mencapai pembebasan dan untuk membantu sebanyak mungkin makhluk untuk mencapai pembebasan. Bertekadlah memahami mekanisme belenggu.
Dari status facebook @gedeagustapa 9 Mei 2020