Jika Terlalu Banyak Teori
Di dalam meditasi atau spiritual, atau Dharma, sisi jeleknya jika kita terlalu banyak membaca teori adalah di suatu titik kita seperti merasa tahu, merasa sudah merealisasi, bahkan tidak bisa membedakan mana pengetahuan dari membaca dan mana pengetahuan yg dari realisasi langsung. Apalagi kalau dianggap pandai oleh orang-orang, diikuti dan dijadikan panutan. Tapi orang yang tahu akan dengan mudah mengetahui siapa yg tahu dan siapa yang tidak tahu.
Ketika berbicara ia bisa saja mengutip ini dan itu, mengutip berbagai text dharma, mengutip kata-kata guru ini dan guru itu. Tapi orang yang tahu akan dengan mudah mengetahui siapa yg tahu dan siapa yang tidak tahu. Dan yang benar-benar tahu seringkali tidak pandai dalam mengungkapkannya.
Di sini perlu kejujuran, kerendahan hati, keterbukaan untuk mengakui bahwa kita belum tahu, belum merealisasi. Dan memanglah berat untuk mengesampingkan pengetahuan intelek kemudian meletakkan kepala di bawah dan mengakui kalau kita belum tahu.
Dari status facebook @gedeagustapa16 april 2020