Jujur & Akui
Jangan jadi pembohong pada diri sendiri. Seorang praktisi harus jujur pada dirinya sendiri. Jika bathin tidak tenang, maka akui tidak tenang dan kembali berlatih. Jika masih ada kemelekatan akui masih ada, dan kembali berlatih. Jika masih ada kecemburuan, iri hati, dengki, akui dan kembali berlatih. Jika masih ada keminderan dan keangkuhan karena membandingkan diri dengan yang lain, akui dan kembali berlatih. Jika samadhi belum terlalu kuat, jujur mengakuinya dan kembali berlatih. Kejujuran mengakui kelemahan kita adalah sebuah kerendahan hati, sebuah ketulusan di dalam latihan.
Pikiran sangat pandai memainkan triknya. Oleh karenanya lebih baik menambah waktu latihan. Dalam posisi apa pun, sadar, waspada, awas pada fenomena bathin yang muncul dan sadar pada sang sadar. Lebih kuat lagi diam pada sang sadar.
Dari status facebook @gedeagustapa 13 April 2020