Paradox Mengenal Diri

Ketika seseorang mengenali dirinya, mengetahui kesadarannya, terserap pada sang sadar yang kosong itu, sang sadar di dalam dirinya itu, orang itu menjadi semakin peka dan semakin penuh kasih sayang pada semua makhluk. Tidak perlu ia diajarkan untuk menyayangi, tidak perlu ada perintah untuk mengasihi, tidak perlu ada dogma dan doktrin untuk menyayangi semua makhluk. Kasih sayang orang yang sudah terserap pada sang sadar di dalam dirinya terjadi begitu saja, mengalir alamiah.

Kenapa begitu? Karena pancaran alamiah dari sang sadar yang juga kosong itu adalah kasih sayang, tidak ada yang lain selain kasih sayang. Ada dikatakan; “tak terpisahkannya sunyata (kekosongan) dan kasih sayang.” Ini benar adanya.

Orang yang menyadari sang sadar di dalam dirinya ia juga menyadari bahwa sang sadar itu ada pada semua makhluk, satu dan sama. Hanya saja sebagian besar mahkluk belum menyadari itu. Hanya di keadaan ini berlaku sabda agung Tat Twam Asi (Itu/Dia adalah Aku).

Melihat binatang apa pun seperti ada kedekatan, seperti sudah saling kenal dari lama, seperti sahabat baik yang sudah lama kenal. Jadi tidak mungkin seorang sahabat tega menyakiti sahabatnya. Tidak mungkin.

Kita menyakiti binatang karena kita melihat mereka sebagai binatang dan kita manusia. Kita beranggapan manusia lebih tinggi derajatnya dan boleh mengekploitasi mereka. Ini adalah hal bodoh dan arogan. Tapi ketika kita menyadari sang hidup, sang sadar, di dalam diri kita, kita juga menyadari bahwa sang hidup dan sang sadar yang satu dan sama ada pada mahluk itu. Di keadaan itu secara hakikat tidak ada lagi bedanya binatang dan guru kita, binatang dan para Buddha, oleh karenanya kita menghormati binatang sebagaimana kita menghormati guru kita dan para Buddha.

Aneh sekali ya. . kita berusaha mengetahui dan memahami makhluk lain tapi gagal. Begitu kita mengetahui diri kita, memahami diri kita, kita memahami yang lain, dan akhirnya tidak ada yang lain, semuanya adalah perwujudan yang berbeda dari sang hidup yang satu dan sama. Itu lah pradoksnya.

Dari status facebook @gedeagustapa 21 pebruari 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *